Kenali Kebiasaan Kerja yang Sering Dikira Malas
- 31 Agt 2026 22:45 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Di tengah budaya kerja serba cepat, sejumlah kebiasaan menjaga kesehatan mental kerap disalahartikan sebagai tanda kemalasan. Padahal, tindakan tersebut merupakan bentuk penetapan batasan diri (boundaries) yang sangat sehat. Pekerja tidak perlu merasa bersalah saat mengambil ruang untuk menjaga kebugaran pikiran.
Mengambil waktu sendiri (me-time) dan pulang tepat waktu (tenggo) bukanlah bentuk pengabaian tanggung jawab. Manusia pada dasarnya tidak dapat dipaksa untuk selalu siaga setiap saat. Menghabiskan jatah cuti tahunan justru menjadi bukti kesadaran diri agar terhindar dari kejenuhan ekstrem (burnout).
Sikap profesional juga tercermin dari keberanian menolak tugas tambahan di luar deskripsi kerja utama tanpa kompensasi. Selain itu, meluangkan waktu sebelum mengambil keputusan penting sangat berguna untuk mitigasi risiko. Keputusan yang matang jauh lebih baik daripada tindakan terburu-buru yang berujung kesalahan fatal.
Pekerja juga berhak untuk tidak langsung membalas pesan kerja non-darurat di luar jam kantor. Menjaga akhir pekan sebagai waktu istirahat total menjadi hak mutlak setiap individu. Waktu libur bukanlah durasi tambahan untuk mencicil pekerjaan kantor yang belum terselesaikan.
Menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan karier terbukti mampu meningkatkan produktivitas jangka panjang. Melansir ulasan kesehatan mental kerja dari Glints, penetapan batasan kerja yang jelas efektif menurunkan tingkat stres serta memperpanjang masa pengabdian karyawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....