Cara Mengurangi Overthinking sebelum Tidur
- 29 Agt 2026 20:51 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pikiran justru terasa semakin ramai ketika tubuh mulai bersiap untuk tidur. Hal-hal yang terjadi sepanjang hari, pekerjaan yang belum selesai, percakapan yang terus teringat, hingga kekhawatiran tentang hari esok bisa muncul satu per satu. Kondisi ini membuat waktu tidur tertunda meski tubuh sebenarnya sudah lelah.
Overthinking sebelum tidur sering terjadi karena malam hari memberikan lebih sedikit distraksi. Ketika aktivitas berhenti dan suasana menjadi tenang, perhatian akhirnya tertuju pada pikiran yang sebelumnya tertahan sepanjang hari.
Salah satu cara sederhana adalah melakukan brain dump sebelum tidur. Luangkan sekitar 5–10 menit untuk menuliskan semua hal yang sedang memenuhi pikiran, termasuk tugas, kekhawatiran, atau hal yang perlu dilakukan besok. Tujuannya bukan menyelesaikan semuanya, melainkan membantu otak berhenti memprosesnya secara berulang.
| Baca juga: Tanda Harus Berhenti Mengejar Produktivitas |
Setelah menulis, pisahkan antara hal yang bisa dilakukan besok dan hal yang memang belum bisa dikendalikan. Untuk hal yang bisa dilakukan, tuliskan satu langkah kecil yang realistis. Sementara itu, hal yang belum dapat dikendalikan bisa ditunda sampai waktunya tepat.
Rutinitas sebelum tidur juga dapat membantu memberi sinyal bahwa hari sudah selesai. Mandi air hangat, membaca buku, melakukan peregangan ringan, atau mendengarkan musik yang tenang bisa menjadi aktivitas transisi sebelum masuk ke tempat tidur.
Perhatikan pula penggunaan ponsel. Konten media sosial, berita, percakapan pekerjaan, atau video pendek dapat membuat otak terus menerima rangsangan ketika sebenarnya tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat. Mengurangi penggunaan perangkat menjelang tidur dapat membantu menciptakan suasana yang lebih tenang.
| Baca juga: Alasan Otak Kita Gampang Terdistraksi |
Ketika pikiran mulai berputar di tempat tidur, jangan memaksa diri untuk langsung berhenti berpikir. Cobalah mengarahkan perhatian pada sesuatu yang sederhana, seperti napas. Tarik napas perlahan, kemudian hembuskan dengan tenang sambil menyadari sensasi tubuh. Teknik relaksasi seperti ini dapat membantu mengalihkan perhatian dari rangkaian pikiran yang berulang.
Yang tidak kalah penting, hindari menuntut diri untuk “harus segera tidur.” Semakin khawatir karena belum tertidur, semakin besar kemungkinan tubuh dan pikiran tetap berada dalam kondisi waspada. Alih-alih mengejar tidur, fokuslah menciptakan kondisi yang nyaman dan membiarkan rasa kantuk datang secara alami.
Jika pikiran terus mengganggu tidur hampir setiap malam dan berlangsung dalam waktu lama, hingga memengaruhi aktivitas pada siang hari, pertimbangkan untuk membicarakannya dengan tenaga profesional. Masalah tidur yang menetap bisa memiliki berbagai penyebab dan terkadang membutuhkan penanganan yang lebih khusus.
Tidur bukan hanya soal memejamkan mata. Memberi jeda pada pikiran juga menjadi bagian dari persiapan tidur. Dengan rutinitas sederhana, menuliskan kekhawatiran, membatasi distraksi, dan menerima bahwa tidak semua masalah harus diselesaikan malam ini, waktu menjelang tidur bisa terasa jauh lebih ringan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....