Nilai Keagamaan Dinilai Jadi Benteng Moral Hadapi Ancaman Narkotika

  • 24 Jun 2026 08:37 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Penyalahgunaan narkotika masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda karena tidak hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga menghancurkan moral dan kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, penguatan nilai-nilai keagamaan dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam upaya pencegahan dan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor III Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon, Assoc. Prof. Dr. Muhammadun, S.H.I., M.S.I., dalam program Mutiara Pagi RRI Cirebon, Selasa 23 Juni 2026. Menurutnya, penyalahgunaan narkotika merupakan ancaman multidimensional yang memerlukan penanganan dari berbagai aspek.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan keagamaan dapat berfungsi sebagai instrumen preventif, kuratif, sekaligus rehabilitatif dalam menghadapi persoalan narkotika. Ia menilai pemahaman agama yang baik mampu meningkatkan kontrol diri dan ketahanan seseorang terhadap berbagai pengaruh negatif.

“Pemahaman keagamaan yang mendalam dan internalisasi nilai-nilai spiritual dinilai mampu meningkatkan self control para adik-adik remaja, memperkuat ketahanan diri, keluarga, dan menyediakan ruang pemulihan yang holistik,” ujarnya.

Ia menambahkan, upaya penyelamatan generasi muda tidak bisa hanya dibebankan kepada lembaga rehabilitasi. Peran keluarga, tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah harus berjalan secara bersama-sama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Menurutnya dari perspektif sosiologi, penyalahgunaan narkotika termasuk dalam kategori patologi sosial atau penyakit masyarakat. Faktor-faktor seperti tekanan mental, frustrasi, dan disintegrasi lingkungan dapat mendorong seseorang menjadikan narkotika sebagai pelarian dari masalah yang dihadapi.

Ia juga menyoroti pentingnya kontrol sosial dalam masyarakat. Menurutnya, ikatan yang kuat antara individu dengan keluarga dan lingkungan sosial dapat menekan munculnya perilaku menyimpang, termasuk penyalahgunaan narkotika.

“Penyalahgunaan narkotika itu menjadi tanggung jawab bersama. Jadi tidak selesai dengan diserahkan ke lembaga rehabilitasi, tetapi peran keluarga, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sangat berperan,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan hasil pengamatan terhadap metode rehabilitasi berbasis spiritual. Pendekatan yang mengombinasikan zikir, ibadah, dan pembinaan spiritual disebut mampu membantu proses pemulihan korban penyalahgunaan narkotika.

Ia menyebut pengalaman tersebut bahkan menarik perhatian sejumlah peneliti. Mereka menilai metode spiritual menjadi alternatif menarik karena mampu membantu pemulihan tanpa ketergantungan pada pendekatan berbasis zat kimia.

Selain itu, Ia juga menekankan bahwa orang tua memegang peran utama dalam membangun benteng moral anak sejak usia dini. Pengawasan terhadap lingkungan pergaulan dan aktivitas anak menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.

“Orang tua menjadi penanggung jawab utama atas kontrol moral termasuk tentang persoalan-persoalan yang kita bahas pada pagi hari ini,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi ancaman narkotika. Menurutnya, kombinasi antara pendidikan agama yang moderat, pengawasan keluarga, dan lingkungan yang sehat menjadi kunci untuk memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....