Menelusuri Kata "Khidmah" dibalik Seorang Santri
- 24 Jul 2026 15:16 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Ketika kita bicara tentang pesantren, hal pertama yang terlintas di kepala kebanyakan orang biasanya adalah deretan santri bersarung, riuh hafalan, dan disiplin ilmu agama yang ketat. Tapi pernahkah Anda bertanya, apa sebenarnya yang membuat lulusan pesantren begitu tangguh dan beradab saat terjun ke masyarakat? Jawabannya ternyata bukan cuma ada di dalam ruang kelas, melainkan pada sebuah tradisi mendalam bernama "Khidmah".
Apakah khidmah itu? khidmah merupakan proses pengabdian yang menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter dan spiritual santri. Hal itu disampaikan oleh Ustadzah Anah Musta’anah, pengajar di Pondok Pesantren Madrasah Al-Qur’an Al-Hikamussalafiyah Babakan Ciwaringin Cirebon.
"Khidmah itu pengabdian. Mengabdi itu berarti mengorbankan waktu dan tenaga untuk guru. Di situlah santri mendapatkan bekal, pengalaman, ilmu dan keberkahan." Ujar ustadzah anah musta’anah kepada RRI saat diwawancarai pada Jumat pagi (17/7/2026).
Lebih lanjut khidmah menurutnya, merupakan bekal yang sangat penting bagi seorang santri. Selama menjalani masa pengabdian, santri bukan hanya belajar tentang ilmu agama, tetapi juga ditempa menjadi pribadi yang sabar, disiplin, bertanggung jawab, dan rendah hati. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Ustadzah Anah Musta’anah juga menegaskan bahwa selalu ada perbedaan antara santri yang menjalani khidmah dengan yang tidak.
"Santri yang berkhidmah memiliki pengalaman hidup yang lebih luas karena terbiasa melayani, belajar langsung dari guru, serta menyaksikan bagaimana seorang kiai membimbing umat. Selain pengalaman, mereka juga diyakini memperoleh keberkahan dari pengabdian yang dilakukan dengan penuh keikhlasan. Kendatipun seringkali banyak orang menyalah pahami kata Khidmah, mereka mengira Khidmah adalah bentuk perbudakan," lanjutnya.
Sementara itu pandangan masyarakat yang menyamakan khidmah dengan perbudakan, menurutnya bisa jadi muncul karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap kehidupan pesantren. Meski demikian, bagi Ustadzah Anah Musta’anah yang sekaligus merupakan pengajar di Pondok Pesantren Madrasah Al-Qur’an Al-Hikamussalafiyah Babakan Ciwaringin Cirebon ini, menurutnya bahwa pengabdian dilakukan atas dasar kesadaran dan kerelaan, bukan karena paksaan.
Karena tujuan utamanya adalah membentuk akhlak dan melatih keikhlasan. Karena itu, khidmah tidak dapat disamakan dengan eksploitasi tenaga. Karena sejatinya pula bahwa Khidmah adalah jalan menyucikan hati (tazkiyatun nafs). Jika belajar mengaji bertujuan untuk mengisi akal dengan pengetahuan, maka khidmah bertujuan untuk mengisi jiwa dengan keikhlasan dan kerendahan hati.
(Sumber : HanaNursila_STIDAL-Biruni)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....