Keluarga Jadi Garda Terdepan Cegah Narkoba Generasi Muda
- 11 Jul 2026 22:20 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Peran keluarga dinilai menjadi benteng pertama sekaligus paling penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak disebut mampu menjadi langkah awal mendeteksi perubahan perilaku sebelum remaja terjerumus pada penyalahgunaan narkotika.
Hal itu disampaikan oleh Dosen Fakultas Hukum Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon, Ratu Mawar Kartina, S.H., M.H., dalam program SANKSI (Suara Anti Narkoba, Korupsi, dan Judi). Acara bertema "Pencegahan Penggunaan Narkoba Bagi Generasi Muda" tersebut disiarkan oleh Pro 1 RRI Cirebon pada Rabu, 8 Juli 2026.
Menurutnya, meningkatnya kasus penyalahgunaan narkoba pada remaja tidak bisa hanya dilihat sebagai kesalahan individu. Ia menilai terdapat banyak faktor yang mendorong seorang anak mencoba narkoba, mulai dari rasa ingin tahu, pengaruh lingkungan, hingga persoalan dalam keluarga.
"Kita tidak melulu harus menyalahkan si anak atau generasi muda. Ada peran keluarga, sekolah, dan lingkungan. Yang terpenting adalah jangan sampai terjadi terlebih dahulu, sehingga dibutuhkan penanganan yang kolaboratif," ujarnya.
Ia menegaskan keluarga memiliki tanggung jawab besar untuk membangun komunikasi yang sehat dengan anak. Orang tua juga diminta tidak hanya memberikan nasihat, tetapi mampu menjadi tempat berdiskusi tanpa membuat anak merasa dihakimi.
"Peranan keluarga sangat penting. Harus banyak monitoring, banyak berkomunikasi, banyak berdiskusi dengan anak tanpa merasa dihakimi," katanya.
Menurutnya, pola komunikasi saat ini juga harus menyesuaikan karakter generasi muda yang lebih terbuka dalam menyampaikan pendapat. Orang tua tidak lagi bisa menggunakan pendekatan yang sama seperti generasi sebelumnya karena perkembangan teknologi dan media sosial turut memengaruhi pola pikir remaja.
"Sekarang bagaimana orang tua mengikuti cara berkomunikasi anak. Anak belum tentu menerima cara komunikasi orang tuanya, sehingga keluarga harus memahami bagaimana berkomunikasi yang tepat," ujarnya.
Selain membangun komunikasi, orang tua juga diminta lebih peka terhadap perubahan perilaku anak. Perubahan pola tidur, sikap yang tidak biasa, hingga perilaku yang berlebihan dapat menjadi sinyal awal yang perlu segera ditindaklanjuti melalui pendekatan persuasif.
"Orang tua akan melihat apakah ada perubahan pada anak. Misalnya tiba-tiba tidak tidur, berbicara berlebihan, itu bisa menjadi indikasi yang perlu diperhatikan sejak dini," ucapnya.
Ia mengingatkan agar keluarga tidak langsung memberikan stigma negatif ketika mengetahui anak mulai bermasalah. Sebaliknya, orang tua perlu mencari akar persoalan yang menyebabkan anak mencoba narkoba, termasuk kemungkinan mengalami tekanan psikologis, perundungan, maupun masalah akademik.
"Jangan langsung menyalahkan anak. Cari tahu dulu apa masalahnya, apakah karena bullying, tekanan akademik, atau persoalan lain. Banyak faktor yang menyebabkan mereka ingin mencoba," katanya.
Ia menambahkan, jaringan peredaran narkoba memang sengaja menyasar kelompok usia muda karena dinilai masih labil dan mudah dipengaruhi. Karena itu, keluarga diminta tidak mudah menyerah dalam mendampingi anak meskipun menghadapi berbagai tantangan selama proses pembinaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....