Muhasabah Diri Dinilai Menjadi Kunci Memperkuat Keimanan dan Akhlak

  • 04 Jul 2026 15:15 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Muhasabah atau introspeksi diri dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat keimanan sekaligus membentuk akhlak yang baik. Dengan terus mengevaluasi diri, setiap muslim diharapkan mampu meningkatkan kualitas ibadah, menjaga perilaku, dan menjalani kehidupan sesuai tuntunan agama.

Ustadz Drs. Sulhan Khaeri mengatakan, keimanan seseorang tercermin dari akhlak yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, memperbaiki diri harus dimulai dari diri sendiri melalui kebiasaan mengoreksi setiap sikap dan perbuatan.

"Dalam kesempatan kali ini saya akan membawakan tema pentingnya cerminan keimanan dan muhasabah diri. Kalau kita mengingat cermin berarti kita harus mengoreksi diri kita sendiri. Kalau ingin hasil cerminannya baik, ya harus menata diri kita sendiri," ujarnya dalam program Mutiara Pagi berjaringan RRI Bandung, Bogor, dan Cirebon, Jumat 3 Juli 2026.

Ia menjelaskan, salah satu cerminan keimanan adalah akhlak. Akhlak yang baik lahir dari hati yang bersih dan keimanan yang kuat. Karena itu, setiap muslim harus menjaga ibadah, terutama salat, yang menjadi benteng agar terhindar dari perbuatan keji dan mungkar.

"Salat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Kalau orang bisa menjalankan salatnya dengan baik sesuai syarat dan rukunnya, insyaallah keimanan kita akan meningkat," katanya.

Ia menambahkan, nilai-nilai yang diajarkan dalam salat juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya adalah disiplin, menjaga kebersihan, menghormati aturan, menaati pemimpin yang benar, serta membangun sikap saling menghargai di tengah masyarakat yang majemuk.

Menurutnya, memperbaiki akhlak tidak cukup hanya dengan pengetahuan, tetapi harus dibarengi ketakwaan kepada Allah. Ia mengingatkan bahwa setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban sehingga setiap orang harus bekerja, bermasyarakat, maupun berlalu lintas dengan penuh tanggung jawab meski tidak diawasi manusia.

Ia menyebut ada tiga prinsip utama dalam memperbaiki diri, yakni melakukan muhasabah, meluruskan niat dengan ikhlas karena Allah, serta segera bertobat ketika melakukan kesalahan. Selain itu, setiap muslim juga harus menjaga istiqamah agar terus konsisten dalam menjalankan kebaikan.

"Allah tidak akan mengubah suatu kaum kalau diri mereka sendiri tidak mau mengubahnya. Mau baik atau tidak, pertama kembali kepada diri kita sendiri," ujarnya mengutip makna Surah Ar-Ra'd ayat 11.

Di akhir tausiah, ia mengingatkan bahwa iman dapat bertambah maupun berkurang. Iman akan meningkat melalui ketaatan dan ibadah, sedangkan kemaksiatan akan melemahkannya.

Ia juga mengajak para orang tua dan pemimpin untuk memberikan teladan akhlak yang baik serta memperhatikan pendidikan anak agar tercipta keluarga dan masyarakat yang beriman, amanah, dan bertakwa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....