KPOTI Ajak Orang Tua Kenalkan Kembali Olahraga Tradisional
- 04 Sep 2026 12:30 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) mengajak seluruh elemen masyarakat berkolaborasi melestarikan olahraga tradisional. Upaya tersebut dapat dimulai dari lingkungan keluarga hingga sekolah dan pemerintah.
Ketua Bidang 1 Organisasi, Perlindungan dan Penelitian KPOTI Pusat, Chairul Umam, S.Pd., M.Pd., mengajak para orang tua mengenalkan kembali permainan rakyat dan olahraga tradisional kepada anak-anak. Menurutnya, pengenalan dapat dimulai dari rumah dengan mengajarkan permainan yang dahulu dimainkan orang tua.
"Harapannya mengajak para orang tua, dimulai dari rumah untuk mengenalkan kembali permainan-permainan masa kecilnya, permainan-permainan rakyat dan olahraga tradisional diajarkan kembali kepada anak-anaknya," ujarnya kepada RRI, Kamis, 3 September 2026.
Baca juga: KPOTI Siapkan Kompetisi Berjenjang untuk Olahraga Tradisional
Selain keluarga, Chairul menilai sekolah memiliki peran penting dalam mengenalkan permainan rakyat dan olahraga tradisional. Guru juga diharapkan dapat mendorong permainan tradisional menjadi bagian dari kegiatan kokurikuler di sekolah.
"Kalau di ranah sekolah, tentunya guru-guru menjadi peran penting juga untuk mengenalkan. Kurikulumnya diaktivasi, kemudian juga adanya kokurikuler, bisa juga didorong permainan rakyat dan olahraga tradisional menjadi sebuah kokurikuler di sekolah," katanya.
Di tingkat pemerintah, KPOTI mendorong implementasi Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan di setiap daerah. Chairul berharap dinas atau bidang terkait kebudayaan dapat menjadikan KPOTI sebagai mitra dalam memajukan permainan rakyat dan olahraga tradisional.
Menurut Chairul, pelestarian permainan rakyat membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Kementerian Kebudayaan, Kemenpora, pariwisata, hingga UMKM. Permainan rakyat juga dapat dimanfaatkan dalam berbagai sektor, termasuk pariwisata dan pembangunan sosial.
KPOTI sebelumnya juga berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam upaya penanggulangan terorisme. Chairul menyebut pendekatan permainan digunakan dalam kegiatan deradikalisasi bagi anak-anak di pondok pesantren yang terindikasi radikal.
"Semua harus kolaborasi, karena sebenarnya permainan rakyat ini bisa dimanfaatkan oleh berbagai sektor. Termasuk kemarin kita kolaborasi dengan BNPT terkait penanggulangan terorisme, bagaimana deradikalisasi dengan pola bermain," ucapnya.
Baca juga: KPOTI Dorong Pelestarian Olahraga Tradisional Melalui Kolaborasi Kampus
Kegiatan kolaborasi KPOTI dengan BNPT tersebut dilaksanakan pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Chairul menyebut kegiatan itu telah dilaksanakan pada 17 Agustus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....