Penanaman Pohon & Mangrove Dinilai Beri Manfaat Kelestarian Alam

  • 30 Jun 2026 04:32 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pelestarian lingkungan tidak cukup dilakukan melalui kegiatan bersih-bersih, tetapi juga harus dibarengi dengan upaya penghijauan secara berkelanjutan. Penanaman pohon dan rehabilitasi kawasan pesisir menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Hal tersebut dijelaskan Aktivis lingkungan sekaligus Pendiri Karmapala, Hariri, kepada RRI Cirebon dalam beranda Astacita "GREEN RADIO" Sabtu 27 Juni 2026. Ia mengatakan komunitas Karmapala bersama sejumlah mitra rutin mengikuti kegiatan penanaman pohon di kawasan konservasi.

Salah satunya dilakukan bersama pengelola Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) pada lahan-lahan yang masih gersang. "Biasanya setiap tahun ada penanaman pohon. Kami sering bekerja sama dengan Taman Nasional Gunung Ciremai di wilayah yang masih gersang," ujarnya.

Menurutnya jenis pohon yang ditanam kini lebih banyak berupa tanaman buah maupun tanaman endemik. Kebijakan tersebut diterapkan agar masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi tanpa harus menebang pohon yang sudah ditanam.

"Kalau sekarang yang ditanam kebanyakan tanaman buah. Harapannya masyarakat tidak menebangnya, tetapi mengambil hasil buahnya," katanya.

Ia juga menilai berbagai program penghijauan akan lebih berhasil apabila diikuti dengan perawatan. Karena itu, sejumlah kawasan konservasi mulai menerapkan konsep adopsi pohon agar masyarakat ikut bertanggung jawab terhadap tanaman yang ditanamnya.

"Sekarang ada program adopsi pohon. Kita beli bibitnya, kemudian ada iuran untuk merawatnya sampai besar dan setiap pohon diberi nama pemiliknya," ujarnya.

Selain kawasan pegunungan, Ia menyebut komunitas pecinta alam di wilayah Cirebon juga rutin melakukan penanaman mangrove serta aksi bersih pantai. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui pengembangan wisata.

"Hampir rutin setiap tahun ada penanaman mangrove sekaligus bersih pantai. Sekarang di Bondet dan Losari sudah berkembang menjadi tempat wisata yang bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Ia mengakui masih banyak tantangan dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Namun ia optimistis perubahan dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten oleh setiap individu.

"Ayo mulai dari diri sendiri. Simpel kok, ketika melihat sampah berani tidak mengambilnya dan membuang ke tempat sampah. Kalau kita melakukannya, insyaallah orang lain akan ikut meniru," katanya.

Ia berharap gerakan menjaga lingkungan terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, dan masyarakat. Dengan sinergi tersebut, budaya hidup bersih dan pelestarian alam diharapkan menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....