Wabup Cirebon Dorong Rehabilitasi Lingkungan untuk Tekan Risiko Banjir

  • 25 Agt 2026 04:11 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman mendorong gerakan rehabilitasi dan konservasi lingkungan sebagai salah satu upaya mengurangi risiko banjir di Kabupaten Cirebon. Hal itu disampaikan Agus saat mengikuti kegiatan rehabilitasi dan konservasi lingkungan di Desa Sidawangi, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon pada Jumat 21 Agustus 2026.

Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung mitigasi banjir. “Ini merupakan bentuk nyata untuk menjaga lingkungan agar ke depannya tidak lagi banjir di wilayah sekitar sini, terutama Desa Sidawangi dan Sumber dan sekitarnya,” ujarnya.

Menurutnya, gerakan konservasi lingkungan tidak boleh berhenti di Kecamatan Sumber. Pemerintah Kabupaten Cirebon berencana mendorong kegiatan serupa di wilayah kecamatan lainnya, terutama daerah yang memiliki potensi menjadi sumber limpasan air dan rawan banjir.

“Harapannya tidak hanya di Kecamatan Sumber, ini bisa nantinya dilaksanakan di kecamatan-kecamatan yang lain,” katanya.

Baca juga: Pemkab Cirebon Perkuat Mitigasi Banjir melalui Rehabilitasi Lingkungan

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dan pemerintah juga melakukan penanaman berbagai jenis pohon. Selain penghijauan, kegiatan juga diisi dengan pembuatan rorak, yakni lubang atau cekungan yang berfungsi membantu menahan dan meresapkan aliran air.

Ia menjelaskan, keberadaan rorak menjadi penting karena Desa Sidawangi berada di wilayah dataran tinggi. Dengan adanya rorak, air yang mengalir dari wilayah atas diharapkan tidak langsung melimpas ke wilayah yang lebih rendah.

“Rorak ini tentunya untuk menahan banjir. Karena Sidawangi merupakan dataran tinggi, supaya air dari atas itu tidak langsung limpah ke bawah, ditahan dulu oleh rorak,” katanya.

Untuk wilayah sasaran berikutnya, ia mengatakan Pemkab Cirebon akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup serta perangkat daerah terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

BPBD saat ini disebut tengah melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang memiliki potensi rawan banjir. Hasil pemetaan tersebut nantinya dapat menjadi dasar untuk menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan lingkungan dan mitigasi lebih lanjut.

“Harapannya ke depan sudah tidak ada lagi wilayah di Kabupaten Cirebon yang rawan banjir,” katanya.

Ia menegaskan, penanganan banjir membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat. Karena itu, gerakan penghijauan, konservasi, serta pengendalian aliran air di kawasan hulu diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan diperluas ke berbagai wilayah Kabupaten Cirebon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....