Pemkab Cirebon Tanam 150 Pohon di Sidawangi, Mitigasi Banjir Dimulai dari Hulu

  • 25 Agt 2026 04:05 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon menanam sebanyak 150 pohon di Desa Sidawangi, Kecamatan Sumber, sebagai bagian dari upaya mitigasi banjir dengan memperkuat kawasan hulu. Kepala DLH Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, mengatakan penanaman tersebut dilakukan di tiga titik.

Menurutnya, kegiatan itu merupakan langkah awal yang akan dikembangkan berdasarkan hasil pemetaan wilayah rawan banjir yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Dinas Lingkungan Hidup saat ini menanam pohon di Desa Sidawangi ada 150 pohon, terbagi dalam tiga titik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penanganan banjir tidak cukup hanya dilakukan di lokasi yang terdampak. Menurutnya, kawasan hulu hingga hilir harus mendapat perhatian secara menyeluruh agar aliran air dapat dikendalikan sejak dari sumbernya.

“Penanganan banjir itu kalau kami peran sertanya bukan hanya di titik banjirnya saja, tetapi wilayah hulunya. Di titik banjir perlu penanganan, hulunya pun perlu penanganan sampai dengan ke hilir. Itu berarti secara menyeluruh,” katanya.

Baca juga: Pemkab Cirebon Perkuat Mitigasi Banjir melalui Rehabilitasi Lingkungan

Desa Sidawangi, lanjut Dede, menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian karena berada di kawasan dengan kontur lebih tinggi. Aliran air dari wilayah tersebut berpotensi mengalir menuju kawasan yang lebih rendah di Kecamatan Sumber.

Karena itu, selain penanaman pohon, DLH juga melakukan pembuatan rorak untuk memperlambat laju aliran air. Rorak tersebut diharapkan dapat menahan sebagian air agar tidak langsung mengalir ke bawah sekaligus membantu proses penyerapan ke dalam tanah.

“Salah satunya, karena ini kan daerah ketinggian. Di atas. Ya, di hulunya. Yang kita tangani ini hulunya,” katanya.

Menurutnya, jumlah rorak yang akan dibuat nantinya menyesuaikan dengan kondisi dan kontur tanah. Ia menyebut jumlahnya dapat mencapai ratusan titik.

“Kalau bahasa simpelnya embung mini lah ya. Untuk tidak... air itu tidak langsung ke bawah, tapi ada nyangkut, terserap,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembuatan rorak dan penanaman pohon bukan pilihan yang saling menggantikan, melainkan harus dilakukan secara bersamaan. Rorak dapat menjadi langkah untuk menghambat aliran air dalam waktu lebih cepat, sementara pohon membutuhkan waktu untuk tumbuh dan memberikan manfaat ekologis secara optimal.

Ia mengakui pertumbuhan pohon membutuhkan waktu. Namun, menurut Dede, upaya mitigasi tetap harus dimulai sejak sekarang daripada tidak melakukan tindakan sama sekali.

DLH Kabupaten Cirebon selanjutnya akan menyesuaikan program rehabilitasi lingkungan dengan hasil pemetaan BPBD terhadap wilayah-wilayah rawan banjir lainnya. Dengan pendekatan dari hulu hingga hilir, pemerintah berharap upaya konservasi lingkungan dapat membantu mengurangi risiko banjir di Kabupaten Cirebon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....