Cegah Risiko Stroke: 5 Makanan Sehari-hari yang Direkomendasikan Ahli Gizi

  • 23 Jul 2026 17:59 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Oleh karena itu, menjaga pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk menekan risiko penyakit tersebut, termasuk melalui pilihan makanan yang dikonsumsi setiap hari. Stroke terjadi ketika aliran darah menuju otak terganggu. Akibatnya, sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrisi sehingga dapat mengalami kerusakan dalam waktu singkat.

Dilansir dari Eating Well, Selain rutin berolahraga dan mengontrol tekanan darah, pola makan sehat juga memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan pembuluh darah serta fungsi otak. Ahli gizi Vanessa King, MS, RDN, menjelaskan bahwa pola makan bergaya Mediterania terbukti memberikan manfaat bagi kesehatan kardiovaskular. Pola makan ini kaya akan minyak zaitun, biji-bijian utuh, buah, sayuran, serta kacang-kacangan. Menurutnya, pola makan tersebut mampu menurunkan risiko stroke hingga 40 persen pada kelompok yang memiliki risiko tinggi.

Berikut lima makanan yang direkomendasikan ahli gizi untuk membantu menjaga kesehatan otak sekaligus mengurangi risiko stroke.

- Ikan Salmon

Salmon termasuk ikan bergizi yang kaya nutrisi penting bagi tubuh. Selain itu, ikan ini mengandung asam lemak omega-3 yang dikenal baik untuk menjaga kesehatan jantung dan otak. Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi ikan khusus, seperti salmon, tuna, dan makarel, dapat membantu menurunkan risiko stroke jika dikonsumsi secara rutin dalam jumlah yang sesuai. Vanessa King mengatakan, sekitar 85 gram atau tiga ons salmon matang merupakan sumber vitamin B6 dan vitamin B12 yang baik bagi tubuh.

“Vitamin B6 dan B12 dapat membantu menurunkan kadar homosistein dalam darah, yang menjadi salah satu faktor risiko stroke,” ujarnya. Salmon dapat diolah dengan berbagai cara, seperti dipanggang, dibakar, maupun dijadikan tambahan salad agar kandungan gizinya tetap terjaga.

- Kopi

Kopi ternyata tidak selalu berdampak buruk bagi kesehatan. Sebaliknya, minuman ini masih aman dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan. Ahli gizi Amy Brownstein, MS, RDN, menjelaskan bahwa manfaat kopi bukan hanya berasal dari kandungan kafeinnya. Kopi juga mengandung polifenol, termasuk asam klorogenat, yang memiliki manfaat bagi kesehatan.

“Senyawa tersebut berpotensi membantu menurunkan tekanan darah,” ucap Brownstein.

Meski begitu, ia mengingatkan agar tidak menambahkan terlalu banyak gula ke dalam secangkir kopi. Pasalnya, konsumsi gula tambahan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk stroke.

- Bayam

Bayam dikenal sebagai salah satu sayuran yang kaya vitamin dan mineral. Selain menyehatkan tubuh, sayuran hijau ini juga berkontribusi dalam menjaga kesehatan otak. Dalam setengah cangkir atau sekitar 30 gram bayam matang mengandung folat dan magnesium yang dibutuhkan tubuh setiap hari. Vanessa King menjelaskan bahwa kedua nutrisi tersebut berkaitan dengan penurunan risiko stroke. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan asupan folat yang tinggi dapat menurunkan kejadian stroke hingga 17 persen.

Selain itu, konsumsi magnesium dalam jumlah yang cukup juga dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih rendah. Bayam dapat diolah menjadi sayur bening, sup, maupun ditumis menggunakan minyak zaitun agar tetap lezat dan bergizi.

- Kacang Arab

Kacang Arab atau buncis menjadi salah satu sumber protein nabati yang kaya serat dan mudah diolah menjadi berbagai menu makanan. Selain mengandung protein, kacang ini juga merupakan sumber vitamin B6 yang membantu menurunkan kadar homosistein dalam darah. Menurut Vanessa King, satu cangkir buncis mampu memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan vitamin B6 harian. Karena tersedia dalam bentuk siap santap, kacang Arab mudah ditambahkan ke dalam salad, kari, semur, maupun dijadikan camilan sehat. Kandungan serat, protein, dan vitaminnya menjadikan kacang arab sebagai pilihan yang baik untuk membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

- Olahan Kedelai

Makanan berbahan dasar kedelai, seperti tahu, tempe, dan edamame, juga masuk dalam daftar makanan yang direkomendasikan ahli gizi untuk membantu menurunkan risiko stroke. Selain mudah ditemukan dan harganya terjangkau, makanan kedelai memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan jantung dan otak. Amy Brownstein menjelaskan bahwa protein kedelai berpotensi membantu mengontrol tekanan darah.

“Kedelai secara alami rendah lemak, sementara kandungan fitoestrogen dan isoflavonnya diduga membantu melemaskan pembuluh darah sehingga tekanan darah lebih terkontrol,” ujarnya. Lebih lanjut, Brownstein menyarankan masyarakat untuk mulai membiasakan mengganti salah satu menu berbahan daging setiap minggu dengan makanan berbahan dasar kedelai.

Demikian ulasan singkat Langkah sehat sederhana tersebut yang dinilai dapat menjadi bagian dari pola makanan sehat untuk membantu menjaga kesehatan pembuluh darah sekaligus menurunkan risiko stroke dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....