6 Produk Sehari-hari yang Berpotensi Mengandung Bahan Kimia PFAS
- 30 Agt 2026 08:31 WIB
- Biak
RRI.CO.ID,Biak - Berbagai produk rumah tangga yang digunakan setiap hari ternyata dapat mengandung bahan kimia yang dikenal sebagai per- and polyfluoroalkyl substances (PFAS). Kelompok bahan kimia ini banyak digunakan karena memiliki sifat tahan air, minyak, dan panas, tetapi keberadaannya juga menjadi perhatian karena dapat bertahan lama di lingkungan. Mulai dari peralatan memasak hingga produk rumah tangga tertentu, paparan PFAS dapat terjadi tanpa disadari.
Lantas, produk apa saja yang berpotensi mengandung bahan kimia tersebut? Berikut 6 produk rumah tangga yang perlu diketahui seperti dikutip dari Idntimes :
1. Jas hujan
Jas hujan dirancang agar tahan air, sering kali dilapisi bahan kimia yang memberikan perlindungan dari air. Sayangnya, PFAS digunakan dalam lapisan tahan air ini karena sifatnya yang tahan lama dan efektif mengusir air.
Penggunaan jas hujan yang mengandung PFAS dalam jangka panjang bisa berdampak pada lingkungan dan kesehatan. Ini karena bahan PFAS bisa mengontaminasi air atau tanah, serta berpotensi meresap ke dalam tubuh melalui kontak kulit.
2. Sampo
Beberapa merek sampo menggunakan PFAS untuk memberikan tekstur tertentu atau sebagai bahan pengawet. Selain itu, PFAS kadang ditambahkan untuk membantu produk agar lebih tahan air atau memiliki sifat pembersih yang lebih baik.
Meski jumlahnya dalam produk sampo cenderung kecil, tetapi penggunaan rutin bisa berkontribusi terhadap akumulasi PFAS dalam tubuh. Hal ini bisa meningkatkan risiko paparan jangka panjang.
3. Cat kuku
Cat kuku yang tahan lama dan cepat kering juga sering kali mengandung PFAS untuk menjaga formula tetap stabil dan memberikan hasil yang halus. PFAS digunakan untuk memberikan lapisan yang tahan terhadap keretakan dan air.
Namun, penggunaan produk ini secara terus-menerus bisa menimbulkan risiko kesehatan, terutama jika PFAS terserap melalui kuku atau kulit di sekitarnya. Tak hanya itu, bahan PFAS juga berpotensi masuk melalui mulut saat makan pakai tangan.
4. Boks makanan
Boks makanan yang digunakan di banyak restoran cepat saji sering kali dilapisi dengan PFAS untuk mencegah minyak atau cairan makanan merembes. Lapisan anti minyak ini mungkin efektif dalam menjaga kebersihan, tetapi juga menjadi sumber kontaminasi PFAS.
PFAS bisa masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang kita konsumsi. Zat kimia ini bisa terlepas dari kemasan dan masuk ke dalam makanan, yang kemudian dikonsumsi oleh konsumen.
5. Peralatan masak antilengket
| Baca juga: Manfaat Bekicot untuk Kesehatan dan Kulit |
Panci dan wajan antilengket adalah produk dapur yang populer, tetapi sering kali dilapisi dengan senyawa yang mengandung PFAS. Lapisan ini memungkinkan makanan tidak lengket dan lebih mudah dibersihkan.
Sayangnya, jika peralatan ini tergores atau rusak, PFAS bisa terlepas ke makanan yang dimasak. Penelitian menunjukkan bahwa paparan jangka panjang terhadap PFAS bisa berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dan risiko penyakit tiroid.
6. Air minum
Salah satu sumber utama paparan PFAS adalah air minum yang terkontaminasi. Di beberapa wilayah, PFAS telah ditemukan dalam sistem air publik akibat pencemaran industri atau produk rumah tangga yang dibuang secara tidak benar.
PFAS sangat sulit dihilangkan dari air minum. Konsumsi air yang terkontaminasi bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti masalah reproduksi dan penyakit ginjal.
PFAS adalah bahan kimia yang tersebar di banyak produk rumah tangga dan memiliki sifat yang sangat tahan lama di lingkungan. Paparan jangka panjang terhadap bahan kimia ini bisa menyebabkan dampak negatif pada kesehatan manusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....