Dokter soal Batasan Gula dan Garam untuk MPASI Bayi
- 20 Agt 2026 04:35 WIB
- Biak
RRI.CO.ID Biak— Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) menjadi salah satu tahap penting dalam pertumbuhan bayi. Selain memperhatikan kandungan gizi, orang tua juga perlu memperhatikan jumlah gula dan garam yang digunakan dalam makanan si kecil.
Menurut Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, dr. Winra Pratita, Sp.A, M.Ked(Ped), penggunaan gula dan garam dalam MPASI sebenarnya tidak sepenuhnya dilarang. Namun, jumlahnya tetap perlu dibatasi agar tidak berlebihan.
Ada Batasan Gula dan Garam
Dalam laporan KumparanMOM, disebutkan bahwa anak berusia di bawah 2 tahun sebaiknya mengonsumsi gula kurang dari 5 persen dari total kalori harian.
Sementara itu, garam masih dapat diberikan kepada bayi, tetapi jumlahnya harus diperhatikan. Untuk anak di bawah usia 1 tahun, rekomendasi yang dikutip KumparanMOM adalah tidak lebih dari 1 gram garam per hari. Sedangkan anak usia 1-3 tahun dianjurkan mengonsumsi garam kurang dari 2 gram per hari.
Batasan tersebut penting karena konsumsi gula dan garam secara berlebihan sejak usia dini dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. KumparanMOM menyebut sejumlah risiko, antara lain tekanan darah tinggi dan obesitas.
Tidak Harus Menggunakan Gula dan Garam
Dokter juga mengingatkan bahwa MPASI sebenarnya tetap dapat memiliki cita rasa yang lezat meskipun tidak menggunakan banyak gula maupun garam.
Orang tua dapat memanfaatkan bumbu dapur alami untuk memperkaya rasa makanan bayi. Bawang putih, bawang merah, daun salam, dan berbagai rempah dapat digunakan sesuai dengan usia dan kondisi anak.
Dengan mengenalkan beragam rasa dari bahan makanan alami, bayi juga dapat belajar mengenali cita rasa makanan tanpa harus bergantung pada rasa manis atau asin yang kuat. Perhatikan Kaldu Instan
Selain gula dan garam yang ditambahkan secara langsung, orang tua juga perlu memperhatikan kandungan pada produk makanan tambahan, termasuk kaldu instan yang digunakan dalam MPASI.
Produk seperti kaldu jamur maupun kaldu sapi dapat memiliki kandungan gula atau garam yang cukup tinggi. Karena itu, orang tua dianjurkan membaca informasi nilai gizi pada kemasan sebelum memasukkannya ke dalam makanan bayi.
Jika kandungan gula atau garamnya terlalu tinggi, sebaiknya produk tersebut tidak digunakan untuk MPASI.
Utamakan Makanan Bergizi dan Beragam
MPASI bukan sekadar makanan untuk membuat bayi kenyang. Makanan pendamping ASI perlu menyediakan berbagai zat gizi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Karena itu, orang tua sebaiknya lebih mengutamakan bahan makanan bergizi dan beragam. Rasa makanan tidak harus dibuat kuat agar bayi mau makan.
Pemberian gula dan garam dalam jumlah terbatas tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak. Bila orang tua memiliki kekhawatiran mengenai menu atau jumlah asupan bayi, konsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi dapat dilakukan.
Pada akhirnya, membiasakan bayi dengan makanan yang beragam dan tidak terlalu manis maupun asin dapat menjadi bagian dari upaya membangun pola makan yang lebih sehat sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....