Jepang, JICA dan UNICEF Kunjungi SPPG Sehat Wijaya Biak

  • 18 Sep 2026 20:51 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya berperan menyediakan makanan bergizi, tetapi juga memberi dampak terhadap perekonomian masyarakat melalui penyerapan produk lokal.Hal tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Biak Numfor, Zacharias L. Mailoa, saat menerima kunjungan delegasi Pemerintah Jepang, Japan International Cooperation Agency (JICA), UNICEF, dan sejumlah pihak terkait di SPPG Sehat Wijaya, Biak, Jumat 18 September 2026.

Ia mengatakan, keterlibatan petani, nelayan, peternak dan pelaku ekonomi lokal perlu diperkuat agar keberadaan SPPG memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Dari sisi para petani ini juga harus wajib mengambil bahan lokal dari para petani-petani sayur, sayuran dan lain sebagainya itu wajib,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah juga berharap dukungan dari pemerintah pusat maupun mitra pembangunan dapat memperkuat pengelolaan SPPG, termasuk dalam pemanfaatan pangan lokal dan penyerapan tenaga kerja Orang Asli Papua (OAP).

“Dengan adanya MBG dan SPPG yang ada saat ini, bagaimana bisa kita libatkan semua stakeholder. Manfaat dari SPPG ini yaitu bagaimana ekonomi yang ada di masyarakat ini harus ditumbuhkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Phinisi, Abdul Kahar, menyebut SPPG Sehat Wijaya saat ini telah melayani 2.379 penerima manfaat dari 10 sekolah dan tiga Posyandu.

“Sudah melayani 2.379 penerima manfaat dengan ada 10 sekolah dan 3 Posyandu. Ini tenaga kerjanya sudah 41, 41 ditambah 3, jadi 44 semua,” jelas Abdul Kahar.

Ia berharap kunjungan UNICEF, pemerintah Jepang dan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dapat menjadi momentum untuk memperkuat pengelolaan SPPG, baik dari sisi peralatan, edukasi keamanan pangan maupun peningkatan kapasitas pengelola.

Abdul Kahar juga meminta pemerintah daerah memperkuat koordinasi lintas sektor, khususnya untuk mendorong peningkatan produksi petani, nelayan dan peternak lokal sehingga hasil produksi mereka dapat diserap oleh SPPG.

“Produksi-produksi masyarakat yang kita utamakan untuk diserap oleh SPPG-SPPG ini,” katanya.

Sebelumnya Kepala perwakilan UNICEF Papua, Aminuddin Ramdan, mengatakan kunjungan selama dua hari di Biak Numfor menjadi bagian dari upaya melihat langsung pelaksanaan program yang didukung UNICEF bersama Pemerintah Jepang dan bekerja sama dengan Pemerintah Republik Indonesia serta Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.

Menurutnya, pemenuhan gizi anak perlu didukung sistem layanan kesehatan dan pendidikan yang berjalan secara terpadu.

“Ketika semua pihak melakukan perannya, sistem kita ini kan tidak hanya terbatas soal makan bergizi gratis saja. Memang itu menjadi salah satu elemen di dalamnya,” ujar Aminuddin.

Ia menjelaskan, selain penyediaan makanan bergizi, peran dinas kesehatan dan pendidikan juga penting, mulai dari pendidikan gizi, pemeriksaan kesehatan, penerapan sanitasi hingga memastikan makanan yang dikonsumsi anak memenuhi standar keamanan.

Aminuddin juga menyatakan dukungan terhadap upaya pemanfaatan pangan lokal untuk memperkuat perekonomian masyarakat Papua.

“Sedari awal sejauh yang kami tahu konsepnya adalah memang untuk memperkuat pangan lokal dengan ekonomi. Makanya dari konsep program kami pun kita mendorong hal yang sama,” katanya.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi para pihak untuk melihat langsung pelaksanaan layanan SPPG Sehat Wijaya serta mengidentifikasi kebutuhan penguatan program pemenuhan gizi dan pemanfaatan pangan lokal di Kabupaten Biak Numfor.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....