Pedagang dan Operator Bus Terminal Cicaheum Dukung BRT Minta Solusi Yang Adil

  • 18 Jun 2026 14:33 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Proses transisi operasional Terminal Cicaheum menuju Terminal Leuwipanjang sebagai bagian dari pembangunan depo Bus Rapid Transit (BRT) menuai beragam tanggapan dari para pedagang dan pelaku transportasi. Meski mendukung program pembangunan nasional tersebut, mereka berharap pemerintah lebih memperhatikan dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan.

‎Pedagang Terminal Cicaheum, Iwan Mardiono, menegaskan bahwa para pedagang tidak menolak pembangunan BRT. Menurutnya, proyek tersebut diyakini memiliki manfaat besar bagi masyarakat dan sistem transportasi di Kota Bandung.

‎"Pada prinsipnya kami mendukung pembangunan BRT karena ini merupakan proyek pembangunan nasional yang tentunya memiliki tujuan dan manfaat tertentu bagi masyarakat. Kami tidak menolak pembangunan tersebut," ujar Iwan saat ditemui di Terminal Cicaheum, Kamis 18 Juni 2026.

‎Namun demikian, ia menilai proses pelaksanaan pembangunan masih menyisakan persoalan, terutama terkait komunikasi dan sosialisasi kepada para pedagang yang terdampak. ‎"Yang menjadi persoalan bagi kami adalah prosesnya. Sebelum pembangunan dilaksanakan, seharusnya ada sosialisasi yang matang dan menghasilkan titik temu dengan pihak pedagang. Sampai saat ini kami merasa sosialisasi yang dilakukan belum menghasilkan kesepakatan yang jelas dengan kami," katanya.

‎Iwan menjelaskan, tuntutan para pedagang bukanlah penolakan terhadap pembangunan, melainkan permintaan agar pemerintah memberikan perhatian terhadap nasib para pelaku usaha yang selama ini menggantungkan mata pencahariannya di kawasan terminal.

‎Menurutnya, prinsip kompensasi bagi masyarakat terdampak pembangunan sudah menjadi bagian dari berbagai regulasi dan praktik pembangunan yang berkeadilan. Karena itu, para pedagang meminta pemerintah melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan dan mencari solusi yang menguntungkan semua pihak.

‎Ia juga menekankan bahwa kompensasi tidak hanya diperuntukkan bagi pedagang tetap, tetapi juga bagi pedagang sewa, pedagang asongan, jasa cuci kendaraan, jasa angkut barang, pedagang gerobak, hingga pelaku usaha informal lainnya yang terdampak langsung oleh perubahan fungsi Terminal Cicaheum.

‎"Kami khawatir apabila tidak ada kompensasi yang memadai, maka dampaknya akan meningkatkan kerentanan ekonomi dan kemiskinan bagi para pedagang. Sejauh ini usulan yang disampaikan pemerintah belum mampu menjawab persoalan kesejahteraan yang kami hadapi," ucapnya.

‎Sementara itu, tanggapan serupa juga disampaikan oleh kalangan operator angkutan. Kondektur PO Sugeng Rahayu, Selamet, mengatakan pihak perusahaan pada dasarnya mengikuti kebijakan pemerintah terkait pemindahan operasional ke Terminal Leuwipanjang.

‎Meski demikian, ia mempertanyakan mengapa hingga saat ini masih terdapat aktivitas penumpang dan sebagian armada yang beroperasi di Terminal Cicaheum.

‎"Kalau dari pihak perusahaan, ya mengikuti kebijakan pemerintah. Tapi yang menjadi pertanyaan, kalau memang dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang, kenapa masih ada sebagian basis yang tetap di sini. Jadi tidak semuanya berpindah," katanya.

‎Menurut Selamet, tingginya jumlah penumpang yang masih datang ke Terminal Cicaheum menjadi alasan sejumlah operator tetap melayani penumpang dari lokasi tersebut. Ia menilai masyarakat, khususnya dari wilayah timur Bandung dan daerah sekitarnya, masih menjadikan Terminal Cicaheum sebagai titik keberangkatan utama.

‎"Penumpangnya masih banyak di sini. Kemarin saat libur Iduladha saya lihat di Leuwipanjang masih sepi. Justru penumpang banyak di sini. Kalau begitu perusahaan juga bisa rugi," katanya.

‎Ia menambahkan, Terminal Cicaheum selama ini telah dikenal luas oleh masyarakat dan dianggap lebih nyaman untuk operasional kendaraan maupun tempat beristirahat para pengemudi.

‎"Kalau harapan saya pribadi, lebih baik tetap di sini. Karena masyarakat dari arah timur sudah mengenal Terminal Cicaheum. Kalau pindah ke sana seperti mulai dari nol lagi. Di sini sudah tertata, aman, tertib, dan nyaman. Sopir juga merasa lebih nyaman dan bisa beristirahat," tuturnya.

‎Di sisi lain, Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, memastikan proses pengalihan operasional bus ke Terminal Leuwipanjang terus berjalan sesuai rencana pemerintah dan hasil koordinasi dengan Kementerian Perhubungan.

‎Ia menjelaskan bahwa pada 25 Juni pihaknya menerima survei lapangan dari kementerian terkait pembangunan depo BRT. Selanjutnya, pada 26 Juni dilakukan pengalihan seluruh armada bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) ke Terminal Leuwipanjang.

‎"Seluruh keberangkatan bus dari Terminal Cicaheum saat ini sudah dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang. Namun memang masih ada sebagian penumpang yang belum mengetahui adanya peralihan armada bus dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang," katanya.

‎Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan masih adanya penumpang yang datang ke Terminal Cicaheum. Bahkan beberapa armada yang telah berangkat dari Terminal Leuwipanjang masih singgah di Cicaheum untuk menaikkan penumpang sebelum melanjutkan perjalanan.

‎Terkait pembangunan depo BRT, Asep menegaskan pihak terminal mendukung penuh program tersebut. Ia menilai kehadiran BRT akan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas transportasi publik di Kota Bandung.

‎"Kami selaku petugas di sini sangat mendukung pembangunan depo BRT di Terminal Cicaheum. Kami juga mengimbau warga sekitar terminal dan masyarakat Kota Bandung untuk bersama-sama mendukung hadirnya BRT," ujarnya.

‎Menurut Asep, sistem transportasi massal berbasis BRT diharapkan mampu mengurangi kemacetan lalu lintas, menekan polusi udara, serta memberikan layanan transportasi yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

‎"Program ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan membantu memperbaiki kualitas udara. Apalagi BRT merupakan transportasi massal yang diharapkan mampu memberikan aspek keselamatan dan kenyamanan bagi masyarakat. Mari kita dukung bersama program BRT ini demi kebaikan warga Kota Bandung dan Jawa Barat," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....