Disnaker Kota Bandung Perbanyak Job Fair, Sediakan Lebih dari 2.000 Lowongan Kerja

  • 18 Jun 2026 13:15 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung terus berupaya menekan angka pengangguran melalui penyelenggaraan bursa kerja (Job Fair). Dalam kegiatan yang digelar di GOR KONI Kota Bandung, Kamis 18 Juni 2026, Disnaker menghadirkan lebih dari 2.000 lowongan pekerjaan dari 20 perusahaan yang membuka kesempatan bagi para pencari kerja.

‎Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengatakan pola pelaksanaan Job Fair kini akan diubah agar lebih sering digelar. Jika sebelumnya bursa kerja hanya dilaksanakan tiga hingga empat kali dalam setahun, ke depan kegiatan tersebut akan diselenggarakan setiap bulan.

‎“Jadi ada perubahan pola untuk pelaksanaan Job Fair. Yang tadinya dalam setahun hanya tiga sampai empat kali, sekarang akan kami perbanyak menjadi satu bulan satu kali. Mungkin pelaksanaannya lebih sederhana, tetapi dilakukan sesering mungkin,” ujar Yayan di GOR KONI Kota Bandung, Kamis 18 Juni 2026.

‎‎Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memperluas kesempatan bertemunya pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Tingginya minat perusahaan untuk berpartisipasi menjadi indikator bahwa kebutuhan tenaga kerja masih cukup besar.

‎‎“Harapannya kita bisa lebih banyak menjembatani antara pencari kerja dan pemberi kerja. Ternyata perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja juga masih banyak. Hari ini saja tersedia lebih dari 2.000 lowongan pekerjaan. Mudah-mudahan dengan pelaksanaan yang lebih cepat dan rutin, proses penyerapannya juga bisa lebih cepat,” katanya.

‎‎Yayan menjelaskan, konsep Job Fair menjadi solusi yang lebih efektif bagi para pencari kerja. Dengan mengumpulkan banyak perusahaan dalam satu lokasi, masyarakat tidak perlu mendatangi perusahaan satu per satu untuk melamar pekerjaan.

‎‎Ia mengakui kondisi ekonomi global saat ini menjadi tantangan tersendiri. Kenaikan harga bahan bakar dan fluktuasi nilai tukar dolar berpotensi memengaruhi kondisi ketenagakerjaan. Karena itu, pemerintah daerah berupaya mengantisipasi peningkatan angka pengangguran melalui berbagai program penempatan tenaga kerja.

‎“Daripada pencari kerja harus datang ke perusahaan-perusahaan, lebih baik perusahaan kami kumpulkan dan dipertemukan langsung dengan pencari kerja. Dengan cara ini mudah-mudahan angka pengangguran bisa berkurang,” ucapnya.

‎Yayan menambahkan, jumlah perusahaan yang mendaftar untuk mengikuti Job Fair sebenarnya cukup banyak. Untuk mengakomodasi seluruh peserta, pelaksanaannya dibagi menjadi beberapa tahap. Setelah kegiatan kali ini yang diikuti 20 perusahaan, Disnaker kembali akan menggelar Job Fair berikutnya pada 30 Juli 2026 dengan jumlah perusahaan yang sama.

‎‎Selain Job Fair, Disnaker Kota Bandung juga tengah mengintensifkan program pemagangan. Program tersebut menyasar berbagai sektor usaha seperti perhotelan, restoran, dan industri lainnya yang bersedia menerima peserta magang.

‎‎“Bukan hanya sekadar Job Fair. Pemagangan juga sekarang sedang kami galakkan. Jika ada perusahaan hotel, restoran, atau sektor lainnya yang menerima peserta magang, silakan sampaikan kepada kami. Program pemagangan ini dibiayai oleh pemerintah,” kata Yayan.

‎‎Ia menjelaskan, peserta magang akan mendapatkan bantuan transportasi dan dukungan instruktur selama masa pelatihan. Dengan demikian, industri memperoleh tenaga kerja yang siap dilatih, sementara pencari kerja mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar kerja.

‎‎Selain program pemagangan dalam negeri, Disnaker juga mendorong masyarakat Kota Bandung memanfaatkan peluang kerja ke luar negeri. Pemerintah bahkan memberikan subsidi pelatihan bagi calon pekerja migran.

‎‎“Kami memberikan subsidi pelatihan hampir Rp10 juta hingga Rp15 juta per orang. Mereka dibekali kemampuan bahasa Jepang, pemahaman budaya, dan berbagai keterampilan lainnya sebelum diberangkatkan ke luar negeri. Ini yang terus kami sosialisasikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

‎Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, menegaskan pentingnya evaluasi terhadap setiap program ketenagakerjaan yang didukung pemerintah daerah. Menurutnya, keberhasilan sebuah Job Fair tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang hadir, tetapi juga dari tingkat penyerapan tenaga kerja yang dihasilkan.

‎“Yang paling penting bukan sekadar acara ini terlaksana, tetapi bagaimana hasilnya dapat diukur. Sejauh mana kegiatan ini mampu menyerap tenaga kerja. Nanti saya akan berkoordinasi dengan Komisi IV DPRD untuk melakukan evaluasi,” ucapnya.

‎‎Ia menambahkan, berdasarkan data pelaksanaan Job Fair sebelumnya di wilayah Cibiru, dari sekitar 1.500 peserta tercatat hampir 500 orang berhasil terserap ke dunia kerja. Jumlah tersebut dinilai cukup positif dan berpotensi lebih besar karena sebagian pelamar juga mendaftar melalui sistem daring.

‎‎“Ini menunjukkan bahwa program seperti Job Fair masih efektif dan perlu terus didukung. Kita harus tetap optimistis dan terus menghadirkan ruang yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja,” katanya.

‎‎Menurut Asep, DPRD Kota Bandung juga akan mengevaluasi efektivitas program vokasi, pemagangan, hingga pengiriman tenaga kerja ke luar negeri sebagai bagian dari strategi menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‎“Kita tidak boleh berhenti. Semua upaya yang mampu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat harus terus didorong dan dievaluasi agar memberikan manfaat yang nyata,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....