Sony Sulaksono Soroti Kesiapan Teknis Pemindahan Terminal Cicaheum

  • 17 Jun 2026 18:33 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Sejumlah aspek teknis dinilai masih perlu mendapat perhatian menjelang pemindahan total operasional bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang. Kesiapan fasilitas dan kemudahan akses bagi penumpang menjadi dua persoalan yang disoroti.

Pakar Transportasi Publik dari ITB, Sony Sulaksono, menyampaikan penilaian tersebut berdasarkan hasil peninjauan langsung yang dilakukannya ke Terminal Leuwipanjang. Ia meminta pemerintah kembali memastikan kondisi lapangan sebelum kebijakan dijalankan sepenuhnya.

“Pada 8 Juni 2026 lalu, saya sempat meninjau langsung kondisi Terminal Leuwipanjang. Sebaiknya pemerintah kembali mengecek kondisi terkini di lapangan,” kata Sony, Rabu, 17 Juni 2026.

Saat melakukan peninjauan, ia belum melihat adanya area khusus yang disiapkan untuk menampung bus-bus yang dipindahkan dari Cicaheum. Kondisi itu dinilai dapat menyulitkan proses penataan operasional ketika perpindahan mulai diberlakukan.

“Saat saya melakukan peninjauan, belum terlihat adanya slot khusus atau area tunggu yang disiapkan untuk bus-bus AKAP dan AKDP yang dipindahkan dari Terminal Cicaheum,” ujarnya.

Sony juga menemukan masih minimnya informasi yang dapat membantu penumpang mengenali lokasi layanan dan trayek baru. Padahal, keberadaan petunjuk menjadi kebutuhan penting dalam masa transisi.

“Memang sudah ada beberapa bus AKAP dan AKDP eks Cicaheum yang masuk ke Leuwipanjang, tetapi penempatannya masih memanfaatkan ruang kosong di area terminal dan belum dilengkapi informasi yang jelas bagi calon penumpang,” tuturnya.

Selain fasilitas di dalam terminal, ia menyoroti persoalan konektivitas antara Cicaheum dan Leuwipanjang. Menurutnya, masyarakat yang selama ini menggunakan Terminal Cicaheum berpotensi menghadapi kesulitan ketika harus mengakses lokasi baru.

“Salah satu persoalannya adalah belum tersedianya layanan angkutan umum tambahan yang secara khusus menghubungkan kedua terminal tersebut,” katanya.

Untuk mengurangi dampak selama masa peralihan, Sony mengusulkan adanya layanan penghubung khusus yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Solusi tersebut dinilai penting agar proses adaptasi berlangsung lebih mudah dan tidak mengganggu mobilitas penumpang.

“Pemerintah sebaiknya menyediakan layanan shuttle gratis yang melayani rute Cicaheum–Leuwipanjang. Langkah ini dapat membantu penumpang beradaptasi dengan perubahan lokasi terminal sekaligus meminimalkan gangguan terhadap mobilitas masyarakat,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....