Kritik DPRD Jabar:Program Sekolah Gratis Swasta Dinilai Abaikan 500 Ribu Siswa
- 17 Jun 2026 18:22 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Maulana Yusuf, mengkritik rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggratiskan sekolah swasta bagi 70 ribu siswa yang tidak lolos SPMB Maung maupun PCMB.
Menurutnya, kebijakan tersebut justru mengaburkan persoalan pendidikan yang lebih besar, yakni nasib lebih dari 500 ribu siswa yang akan bersekolah di swasta.
Maula memaparkan, jumlah lulusan SMP dan MTs negeri maupun swasta di Jawa Barat pada 2026 mencapai 826.996 siswa. Namun, daya tampung sekolah negeri, baik SMA, SMK maupun MA Negeri, hanya sekitar 319.561 siswa, termasuk kapasitas Sekolah Maung sebanyak 18.176 siswa.
Dengan kondisi tersebut, sekitar 507.435 siswa diperkirakan akan melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta.
"Lalu pertanyaannya, mengapa pemerintah hanya berfokus pada angka 70 ribu siswa yang tidak lolos Maung dan PCMB? Menurut saya, hal ini justru mengaburkan tujuan awal Pemprov Jawa Barat untuk membantu masyarakat miskin yang bersekolah di swasta," Ujarnya, Rabu 17 Juni 2026.
Ia mempertanyakan dasar penentuan angka 70 ribu siswa yang akan menerima program sekolah gratis tersebut.
"Padahal, jumlah siswa yang bersekolah di swasta mencapai lebih dari 500 ribu orang. Apakah 70 ribu siswa tersebut benar-benar berasal dari kelompok masyarakat tidak mampu?" ujarnya.
Menurut Maulana, dari total 507 ribu siswa yang akan masuk sekolah swasta, pemerintah perlu memetakan secara jelas siapa saja yang benar-benar membutuhkan bantuan.
"Dari total 507 ribu siswa yang akan bersekolah di swasta, berapa sebenarnya yang masuk kategori tidak mampu? Di sinilah letak persoalannya. Data tersebut menjadi bias dan kabur," tuturnya.
Ia menilai, kebijakan pendidikan seharusnya dibangun berdasarkan data yang akurat agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....