Bupati Reynaldi Imbau Masyarakat Tidak Buang Sampah Sembarangan

  • 03 Feb 2026 16:27 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Bupati Subang Reynaldi meminta masyarakat untuk menjaga lingkungan, terutama sampah. Ditegaskan Bupati, masalah sampah terutama yang dibuang di aliran sungai, menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di beberapa wilayah Subang.

Bupati juga menegaskan agar masyarakat tidak mendirikan bangunan di sepanjang daerah aliran sungai (DAS). Bangunan disepanjang DAS menurutnya, menjadi salah satu penyebab banjir selain sampah.

"Saya imbau masyarakat Kabupaten Subang, baik yang adi wilayah selatan, tengah, dan wakil khususnya Pantura, agar tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak mendirikan bangli di bantaran sungai, karena menjadi salah satu penyebab banjir Pantura selama ini," Sebut Reynaldi kepada wartawan di Subang, Selasa 3 Februari 2026.

Baca juga:Program Padat Karya Targetkan Serap 8.100 Tenaga Kerja

Kedua permasalahan tersebut, lanjut Bupati, tentunya harus menjadi perhatian masyarakat. Sementara pemerintah daerah, kata dia, melalui Dinas Lingkungan Hidup, melakukan pengelolaan sampah, dan melakukan penertiban bangli-bangli yang berdiri di bantaran sungai, melalui dinas terkait dan Satpol PP. 

"Artinya antara masyarakat, pemerintah daerah, masing-masing memiliki tanggungjawab yang sama, dalam menjaga lingkungan, agar bencana banjir khusunya tidak terus berulang setiap tahunnya," tegasnya. 

Ia juga mengungkapkan, paska banjir Pantura ini, pihaknya melakukan normalisasi seluruh aliran sungai, dan membuat serta memperbaiki  tanggul-tanggul yang perlu di perbaiki. Meski upaya Pemkab tersebut sudah dilakukan namun tidak didukung oleh masyarakat, menurut Bupati Reynaldi tidak akan memberikan manfaat mengatasi banjir.

"Ini yang harus kita fahami bersama, sehingga penanganan banjir Pantura komprehensif," ujar Bupati.

Ia juga berpesan, agar masyarakat tetap berhati-hati dan tetap waspada, terutama yang berada di titik rawan bencana. Karena hingga saat ini, cuaca buruk masih berlangsung, bahkan BMKG memprediksi cuaca buruk ini, akan berlangsung hingga Maret mendatang. 

"Saya ingatkan juga, cuaca buruk ini masih berlangsung hingga Maret mendatang, jadi masyarakat yang berada di titik rawan bencana, untuk tetap waspada dan siap siaga, jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam. Baik itu, banjir, longsor, dan juga angin kencang atau puting beliung," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....