Buka Uji Kompetensi JPT Pratama, Bupati Subang Butuh Pejabat Penggerak

  • 18 Jun 2026 10:33 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, resmi membuka Uji Kompetensi, dan Evaluasi Kinerja JPT Pratama 2026, di Lembah Ciater Resort, Rabu 17 Juni

2026. Kegiatan ini diikuti 18 peserta uji kompetensi, dan 2 peserta evaluasi kinerja yang berlangsung 21 Mei – 1 Juli 2026.

Bupati Reynaldi menegaskan, uji kompetensi akan digelar tiap tahun, sebagai bentuk penyegaran organisasi dan evaluasi kinerja ASN. Ia mengajak seluruh peserta, menunjukkan kinerja terbaik, agar mendapat nilai terbaik setiap tahunnya.

"Uji Kompetensi akan dilaksanakan disetiap tahun, sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan evaluasi kinerja," ungkap Reynaldi.

Bupati menyampaikan, target besarnya untuk mewujudkan pembangunan lebih cepat, pelayanan publik lebih baik, dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Menurutnya, target itu, hanya bisa dicapai dengan pejabat yg berkompetensi, inovatif, dan berkomitmen kuat pada hasil kerja.

"Untuk mencapai hal tersebut, kita membutuhkan pejabat-pejabat yang bukan hanya memiliki kompetensi, tetapi juga memiliki inovasi, kemampuan berkolaborasi, dan komitmen yang kuat terhadap hasil kerja," tegasnya.

Bagi Reynaldi, uji kompetensi harus dipandang sebagai sarana memastikan jabatan strategis, diisi sosok yg mampu jadi motor penggerak perubahan. Ia menilai, Subang saat ini butuh pemimpin, bukan sekadar pejabat yg bekerja rutin.

"Yang kita butuhkan hari ini, bukan sekadar pejabat yang bekerja rutin, melainkan pemimpin yang mampu menggerakkan organisasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," tutur dia.

Dirinya berharap, peserta mampu menunjukkan gagasan terbaik, visi yg jelas, serta solusi konkret terhadap tantangan pembangunan Subang. Visi dan gagasan itu, jadi bekal utama menghadapi dinamika pemerintahan ke depan.

"Para peserta dapat menunjukkan gagasan terbaik, visi yang jelas, serta solusi konkret terhadap berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Subang," sambungnya.

Ada 3 hal penting yang wajib dipahami peserta, laporan kinerja bawahan jadi indikator penilaian, tindak lanjut instruksi formal dan informal jadi bahan evaluasi, serta respons masyarakat turut jadi perhatian. Ketiganya jadi tolok ukur kepemimpinan yang berorientasi hasil dan pelayanan.

"Laporan kinerja dari bawahan masing-masing pejabat, akan menjadi salah satu indikator penilaian. Tindak lanjut atas setiap instruksi dan tugas, baik formal maupun informal, akan menjadi bahan evaluasi. Respons dan penilaian masyarakat terhadap pejabat di unit kerja masing-masing, turut menjadi perhatian dalam evaluasi," sebut Reynaldi.

Dia mengapresiasi Panitia Seleksi, yanv bekerja profesional, objektif, dan akuntabel, di bawah pimpinan Sekda Asep Nuroni. Ia berharap proses ini, melahirkan orang-orang terbaik, demi percepatan pembangunan, dan kemajuan Subang di berbagai sektor.

"Proses seleksi yang baik, merupakan langkah penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin efektif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....