MBG Jadi Pemicu Fluktuasi Inflasi di Jawa Barat

  • 15 Des 2025 18:03 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Pemerintah mengungkap penyebab terjadinya inflasi yang bergerak fluktuatif di Jawa Barat dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu faktor pemicu datang dari implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang turut memengaruhi dinamika pasokan bahan pokok di pasar.

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam, menyebut inflasi Jawa Barat sempat menyentuh angka 2,63 persen sebelum kembali turun ke level 2,53 persen.

“Setelah kita cari tahu, kenapa inflasi di Jawa Barat relatif naik turun. Ternyata salah satunya adalah kontribusi dari MBG,” ujar Himam. Senin (15/12/2025).

Menurut Himam, pelaksanaan MBG menyebabkan pergeseran distribusi komoditas pangan. Sebagian pasokan yang biasanya masuk ke pasar umum kini dialihkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai tulang punggung program tersebut.

“Ternyata berdampak. Harga jeruk, harga daging ayam, juga harga bawang relatif naik turun karena di pasar SPPG merebut suplai bahan pokok,” ucapnya.

Baca juga:Jelang Nataru Pemprov Siapkan Kompensasi Untuk Redam Kemacetan

Efek tersebut semakin terasa seiring pesatnya pertumbuhan jumlah SPPG di Jawa Barat. Dari target 4.900 unit, hingga kini sekitar 3.600 SPPG atau 65 persen telah berdiri dan beroperasi.

“Hari ini sudah 3.600 atau 65 persen sudah berdiri SPPG,” katanya.

Meski menimbulkan tantangan baru dalam pengendalian inflasi, Himam menilai fenomena ini juga membawa peluang ekonomi yang besar. Kuncinya, pelaku usaha lokal harus mampu menata ulang rantai pasok agar kebutuhan masyarakat dan program MBG sama-sama terpenuhi.

“Menjadi ladang baru dari tumbuhnya ekonomi Jawa Barat,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....