Pemkot Bandung Awasi Khusus Tiga SPPG usai Temuan Masalah MBG di Mandalajati
- 14 Sep 2026 10:09 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul temuan permasalahan di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Mandalajati.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pengawasan diperketat untuk memastikan seluruh SPPG di Kota Bandung memenuhi standar keamanan dan kualitas dalam pengelolaan makanan.
Hal tersebut disampaikan Farhan saat menanggapi kembali munculnya kasus dugaan keracunan yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBG di sejumlah daerah.
"Ini kan tiba-tiba terjadi ledakan keracunan lagi di mana-mana daerah. Di Kota Bandung, kami menemukan masalah di Mandalajati. Maka saya menekan betul kepada setiap kewilayahan, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, untuk memastikan bahwa SPPG di Kota Bandung berjalan dengan baik," ujar Farhan, Senin 14 September 2026.
Menurut Farhan, saat ini terdapat tiga SPPG yang menjadi perhatian dan akan berada dalam pengawasan khusus Pemkot Bandung. Dua SPPG berada di Kecamatan Lengkong, sementara satu lainnya berada di Kecamatan Mandalajati.
"Sejauh ini, kami memang mengawasi tiga SPPG yang akan ada di bawah pengawasan khusus," katanya.
Farhan menjelaskan, pengawasan tidak hanya menyangkut makanan yang disajikan kepada penerima manfaat, tetapi juga mencakup seluruh proses pengelolaan, mulai dari kebersihan lingkungan hingga penanganan sampah dan penempatan makanan.
"Ini akan kita perhatikan betul untuk memperbaiki, terutama mulai dari pengelolaan sampahnya sampai penempatan makanan," ujarnya.
Ia menegaskan, standar yang diterapkan Pemkot Bandung dalam pelaksanaan MBG harus tinggi. Hal itu dilakukan sebagai langkah pencegahan agar persoalan keamanan pangan tidak kembali terjadi.
Farhan mengingatkan, Kota Bandung sebelumnya juga pernah menghadapi persoalan terkait program makanan bagi pelajar. Pada kejadian tahun lalu, sekitar 200 siswa SMP dilaporkan terdampak.
"Belum memenuhi standar yang baik. Standar kita tinggi. Selama ini kan kita, terakhir kejadian tahun lalu, itu ada sekitar 200-an siswa SMP. Nah, yang terbaru sekarang kejadiannya di Mandalajati," katanya.
Setiap SPPG, lanjut Farhan, memiliki kapasitas penyediaan makanan dalam jumlah besar, yakni sekitar 2.000 porsi setiap harinya. Karena itu, pengawasan terhadap proses produksi dan distribusi makanan dinilai penting untuk mencegah terjadinya masalah keamanan pangan.
Farhan menegaskan, Pemkot Bandung tidak ingin menunggu sampai terjadi kasus baru kemudian melakukan evaluasi. Upaya pencegahan harus dilakukan sejak awal dengan memastikan seluruh prosedur dan standar keamanan pangan dipenuhi.
"Nggak, nggak, nggak. Kalau buat saya sekarang, sebelum ada kejadian, kita cegah duluan," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....