Pemkot Bandung Berkomitmen Akselerasi Transformasi Digital

  • 03 Feb 2026 17:55 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berkomitmen mengakselerasi transformasi digital dan penguatan tata kelola kota cerdas (smart city) yang berdampak langsung bagi masyarakat.  “Bagi kami, smart city bukan semata soal teknologi. Ini adalah pendekatan pembangunan kota yang terintegrasi, berbasis data, inovatif dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, dalam rapat evaluasi implementasi smart city Kota Bandung tahun 2025 dengan Kementrian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Selasa 3 Februari 2026.

Ia menilai, proses evaluasi smart city menjadi ruang refleksi penting bagi Pemkot Bandung. Transformasi digital harus terus dikawal agar tidak berhenti pada pencapaian administratif semata.

“Evaluasi ini menjadi momentum strategis bagi kami untuk merefleksikan perjalanan transformasi digital dan penguatan tata kelola cerdas sepanjang tahun 2025,” ucapnya.

Iskandar juga menambahkan, implementasi smart city Kota Bandung telah selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Namun, ia tak menutup mata bahwa sejumlah tantangan masih perlu dibenahi secara serius.

“Secara kebijakan, smart city sudah kami dukung melalui RPJMD 2025–2029 dan peta rencana SPBE. Tetapi kami akui tantangan masih ada mulai dari integrasi sistem antar-OPD, penguatan keamanan informasi, sampai peningkatan kapasitas SDM,” ungkapnya.

Ia menuturkan, Pemkot Bandung terbuka terhadap kritik dan masukan dari para asesor untuk penyempurnaan kebijakan ke depan.

“Kami memandang proses evaluasi ini sebagai ruang pembelajaran. Masukan dari para asesor menjadi bekal penting bagi kami untuk menyempurnakan program ke depan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Yayan A. Brilyana menilai, Kota Bandung memiliki modal kuat untuk terus melaju sebagai kota cerdas.

“Kota Bandung punya lebih dari 100 perguruan tinggi, tingkat penetrasi internet sudah mencapai 85 persen dan ekosistem inovasi yang terus tumbuh. Ini modal besar untuk mengembangkan smart city,” ucapnya.

Menurutnya, berbagai pengakuan dari lembaga nasional dan internasional menunjukkan bahwa langkah Bandung berada di jalur yang tepat.

“Sejumlah lembaga menempatkan Bandung sebagai salah satu kota terdepan dalam implementasi smart city di Indonesia. Ini bukan kebanggaan semata, tapi juga tanggung jawab untuk terus berinovasi,” ucapnya.

Di bidang keamanan informasi, Yayan menegaskan Pemkot Bandung tidak ingin kecolongan di tengah pesatnya digitalisasi layanan publik.


Baca juga:Teknologi Iklim Dunia Dukung Ketahanan Pangan RI


“Kami membangun Security Operation Center (SOC), CCTV analitik dan panic button. Transformasi digital harus diimbangi dengan penguatan keamanan siber,” tegasnya.

Selain itu, Yayan juga mengungkapkan capaian indeks pemerintahan digital di Kota Bandung.

“Nilai indeks SPBE Kota Bandung sudah mencapai 4,66 dengan kategori sangat baik. Indeks reformasi birokrasi kami juga di angka 83,58 dengan peringkat A. Ini menunjukkan tata kelola digital kami semakin matang,” ungkapnya.

Dalam pelayanan publik, Yayan menyebut kehadiran super-app Sadayana sebagai upaya mendekatkan layanan kepada warga.

“Melalui Sadayana, masyarakat bisa mengakses berbagai layanan publik dalam satu platform. Kami ingin layanan pemerintah benar-benar mudah, cepat dan transparan,” katanya.

Di sektor ekonomi, Yayan menyoroti capaian investasi yang melampaui target.

“Realisasi investasi tahun 2025 mencapai Rp11,92 triliun. Ini menunjukkan iklim usaha di Kota Bandung cukup kondusif dan berdampak pada penguatan smart economy,” jelasnya.

Meski demikian, Yayan mengaku masih ada pekerjaan rumah, khususnya di sektor kesehatan masyarakat.

“Cakupan jaminan kesehatan memang sudah 99,21 persen, tetapi kami masih menghadapi tantangan seperti peningkatan angka stunting. Ini perlu kolaborasi lintas sektor,” ucapnya.

Menatap tahun 2026, Yayan menjelaskan, Pemkot Bandung menyiapkan sejumlah program cepat (Quick Win).

“Kami siapkan sport tourism untuk menggerakkan pariwisata dan PAD, ekonomi sirkular berbasis pengelolaan sampah, beautifikasi 17 ruas jalan wisata serta pemanfaatan AI untuk layanan publik dan keamanan kota,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....