Teknologi Iklim Dunia Dukung Ketahanan Pangan RI
- 31 Jan 2026 18:46 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung: Radio Republik Indonesia (RRI) Bandung mengulas peran teknologi peramalan iklim global Sintx-F dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui podcast yang disiarkan di kanal YouTube RRI Bandung Live.
Podcast ini menghadirkan Dr. Swadhin Kumar Behera, Direktur Application Laboratory dari JAMSTEC Jepang, serta Dr. Fadli Samsudin dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, yang membahas keterkaitan iklim, pertanian, perikanan, hingga kesehatan masyarakat.
Dr. Fadli menjelaskan, Sintx-F merupakan sistem prediksi iklim terpadu yang mengolah data laut, atmosfer, dan daratan untuk memproyeksikan kondisi iklim jangka menengah hingga panjang, ungkapnya dalam podcast tersebut.
Teknologi ini dinilai penting karena mampu memberikan gambaran kondisi iklim hingga enam bulan ke depan, bahkan lebih, sehingga dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dalam menentukan waktu tanam, jenis komoditas, serta strategi pengelolaan sektor pertanian dan perikanan.
Sementara itu, Dr. Behera menjelaskan bahwa Sintx-F adalah model iklim global yang dikembangkan melalui kolaborasi berbagai lembaga internasional, termasuk Jerman, Prancis, dan Italia, serta dikenal sebagai salah satu model terbaik dunia dalam memprediksi fenomena El Niño dan Indian Ocean Dipole.
Menurutnya, prediksi iklim bukan untuk menebak cuaca harian, melainkan memproyeksikan pola iklim yang memengaruhi curah hujan, suhu, dan kondisi laut, yang sangat menentukan produktivitas pangan, kata Dr. Behera.
Dalam sektor pertanian, informasi iklim ini dapat membantu petani menghindari gagal tanam akibat perubahan musim yang semakin tidak menentu, serta membantu pemerintah menyusun kebijakan pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.
Baca juga:Optimalisasi Aplikasi Rumah Pendidikan Melalui Hackhaton Pusdatin Kemendikdasmen
Di bidang perikanan dan akuakultur, Sintx-F juga dinilai mampu memprediksi kondisi laut seperti suhu permukaan dan potensi upwelling, yang berpengaruh terhadap ketersediaan ikan di wilayah pesisir maupun laut lepas.
Dr. Fadli menambahkan, dengan memahami fase El Niño dan La Niña lebih awal, nelayan dan pelaku usaha perikanan dapat menyesuaikan strategi produksi agar lebih efisien dan berkelanjutan, ungkapnya.
| Baca juga: Ini Cara Memilih AI Sesuai Kebutuhan |
Tak hanya pangan, prediksi iklim Sintx-F juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat, terutama dalam mengantisipasi peningkatan penyakit berbasis iklim seperti demam berdarah, malaria, hingga dampak gelombang panas.
Menurut Dr. Behera, dengan prediksi iklim yang akurat, pemerintah dapat menyiapkan langkah pencegahan lebih dini, termasuk manajemen air, mitigasi banjir, hingga kesiapsiagaan menghadapi kekeringan.
Podcast ini juga menyoroti konsep digital twin, yakni simulasi virtual berbasis data iklim yang memungkinkan pemerintah dan masyarakat mengakses informasi prediksi iklim secara sederhana dan mudah dipahami.
Melalui kolaborasi antara RRI Bandung, Universitas Padjadjaran, dan mitra internasional, Sintx-F diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan ilmiah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....