Pemkab Bandung Siapkan Lahan Pembangunan SMA Negeri Baru
- 08 Jul 2026 17:43 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Bupati Bandung, KDS menilai kehadiran SMA Negeri baru sangat penting mengingat setiap tahun terdapat sekitar 2.000 lulusan SMP di Pangalengan. Sementara itu kapasitas SMA dan SMK negeri yang tersedia hanya mampu menampung sekitar 900 siswa. Akibatnya, sekitar 1.000 lulusan setiap tahun tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SLTA.
Kondisi tersebut, menurut Dadang Supriatna, menjadi persoalan serius yang harus segera diatasi. Itu karena berkaitan dengan tingginya risiko pernikahan usia dini yang berdampak pada munculnya kasus stunting baru.
"Kalau setiap tahun ada sekitar seribu anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA, ini menjadi ancaman yang harus kita tangani secara serius. Yang terpenting sekarang bukan saling menyalahkan, tetapi mencari solusi terbaik untuk masa depan anak-anak kita," tegas Dadang Supriatna, KDS kepada awak media, Selasa 7 Juli 2026.
Sementara itu, Camat Pangalengan Vena Andriawan menjelaskan, usulan pembangunan SMA Negeri baru merupakan tindak lanjut dari Rembug Bedas Tahun 2024. Berbagai alternatif lokasi telah dicari, termasuk lahan milik Pemerintah Provinsi di Balai Benih Induk (BBI), namun belum dapat direalisasikan.
Sebagai bentuk dukungan, masyarakat Desa Pulosari melalui Musyawarah Desa telah menyatakan kesiapannya. Yaitu untuk menyerahkan tanah carik apabila regulasi memungkinkan.
Vena juga memaparkan bahwa Pangalengan masih menghadapi sejumlah persoalan strategis, mulai dari tingginya angka kemiskinan hingga stunting. Meskipun prevalensi stunting berhasil ditekan dari 29 persen pada 2024 menjadi sekitar 14 persen, ancaman munculnya kasus baru masih cukup besar akibat tingginya angka pernikahan dini.
Menurutnya, keterbatasan akses pendidikan menjadi salah satu penyebab utama. Dengan hanya satu SMA Negeri dan satu SMK Negeri, ribuan lulusan SMP setiap tahun tidak seluruhnya dapat melanjutkan pendidikan.
"Kami sangat berharap melalui langkah yang diambil Bapak Bupati hari ini akan lahir solusi terbaik sehingga pembangunan SMA Negeri baru di Pangalengan dapat segera diwujudkan. Kehadiran sekolah baru ini bukan hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan, menekan pernikahan dini, dan mencegah stunting," ujar Vena.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....