Mencukupi Pakan di Musim Kemarau Dinas Peternakan Belu Menanam Hijauan Rumput

  • 11 Agt 2026 12:59 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Kekurangan pakan masih menjadi persoalan serius yang dihadapi petani peternak di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, dalam mengembangkan usaha peternakan. Kondisi tersebut semakin terasa saat memasuki musim kemarau ketika curah hujan menurun dan ketersediaan hijauan pakan ternak ikut berkurang.

Kabupaten Belu yang memiliki karakteristik iklim relatif kering membuat sumber pakan alami, terutama rumput ilalang, tidak selalu tersedia sepanjang tahun. Pada musim kemarau, rumput yang menjadi salah satu sumber pakan bagi ternak tersebut mengering sehingga menyulitkan peternak memenuhi kebutuhan pakan ternaknya.

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu melakukan upaya penyediaan hijauan pakan ternak melalui penanaman berbagai jenis tanaman pakan di lahan lokasi pengembangan ternak Sonis Laloran, Desa Naekasa, Kabupaten Belu.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu, Yoos Djami, mengatakan jenis tanaman yang dikembangkan antara lain rumput odot, rumput pakchong, serta lamtoro. Tanaman tersebut dipilih sebagai sumber hijauan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak ruminansia.

“Kita baru-baru ini melakukan penanaman jenis rumput odot dan pakchong juga lamtoro. Tanaman atau hijauan untuk ternak ruminansia,” kata Yoos Djami kepada RRI selasa 11 agustus 2026..

Rumput odot merupakan salah satu jenis rumput gajah yang banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Sementara rumput pakchong dikenal sebagai salah satu jenis hijauan pakan dengan kandungan nutrisi yang baik untuk ternak ruminansia, seperti sapi, kambing, domba, dan kerbau.

Menurut Yoos, penyediaan tanaman pakan menjadi penting karena luas lahan penggembalaan cenderung semakin terbatas saat musim kemarau. Selain itu, rumput ilalang yang biasanya menjadi sumber pakan alami juga mengering akibat berkurangnya curah hujan.

“Musim kemarau lahan pengembalaan semakin sempit, rumput ilalang mengering. Ini kendala peternak. Diupayakan ada tanaman pakan di kebun, selain rumput bisa lamtoro, gala-gala atau hijauan,” ujarnya.

Program penanaman hijauan pakan ternak tersebut merupakan bagian dari upaya Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu untuk mendorong ketersediaan pakan secara berkelanjutan. Dengan adanya sumber pakan yang dibudidayakan di lahan peternak maupun lokasi pengembangan ternak, kebutuhan pakan diharapkan tetap dapat terpenuhi, terutama ketika terjadi musim kemarau panjang.

Namun, pengembangan tanaman pakan di wilayah dengan kondisi iklim kering juga menghadapi tantangan tersendiri. Berkurangnya curah hujan dapat menghambat pertumbuhan tanaman sehingga diperlukan upaya perawatan secara rutin.

Untuk menjaga tanaman pakan tetap tumbuh, petugas membantu melakukan penyiraman dengan memanfaatkan sumber air dari embung yang tersedia di sekitar lokasi kebun. Langkah tersebut dilakukan agar tanaman hijauan yang telah ditanam dapat bertahan dan terus berkembang meskipun berada dalam kondisi musim kemarau.

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu berharap pengembangan berbagai jenis hijauan pakan tersebut dapat menjadi salah satu solusi atas persoalan ketersediaan pakan yang selama ini dihadapi peternak. Ketersediaan pakan yang cukup dan berkelanjutan dinilai penting untuk mendukung produktivitas ternak sekaligus pengembangan usaha peternakan masyarakat di Kabupaten Belu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....