Akselarasi Swasembada Pangan, Wabup Belu Pimpin Tanam Padi di Haekrit

  • 04 Agt 2026 08:09 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP) pada Musim Tanam II, sekaligus menjaga swasembada pangan di wilayah perbatasan, Wakil Bupati Belu, Vicente Hornay Gonsalves, S.T., terjun langsung memimpin penanaman padi secara simbolis dengan menggunakan mesin penanam padi otomatis (Rice Tranplanter) serta metode pembibitan menggunakan media mulsa (plastik) di lokasi optimalisasi lahan Haekrit, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, pada Senin 03 Agustus 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian, sekaligus meningkatkan produktivitas hasil panen guna mendukung ketahanan pangan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menegaskan pentingnya peningkatan indeks pertanaman sebagai salah satu upaya memaksimalkan potensi lahan yang tersedia, terutama pada musim tanam kedua agar mampu menjawab kebutuhan-kebutuhan akan beras di wilayah Kabupaten Belu.

Wabup Belu juga mengapresiasi gerak cepat Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan yang gencar mendorong segala strategi cerdas, untuk terus mendorong swasembada pangan di perbatasan.

Vincent mengatakan, dengan IP di Musim Tanam II, akan berdampak positif bagi, petani karena penanam tidak hanya dilakukan sekali namun dua kali, ini akan mendorong peningkatan kesejahteraan petani karena produksi pertanian berkelanjutan, sekaligus menjaga ketahanan pangan di wilayah perbatasan serta memaksimal infrastruktur yang tersedia seperti pompanisasi, traktor dan sumber daya air untuk pertanian berkelanjutan.

“Tujuan IP yakni tetap memacu produktivitas dengan dukungan pertanian yang modern, untuk tetap menjaga produktivitas dalam menjaga ketahanan pangan juga kesejahteraan keluarga di wilayah perbatasan,”ujar Wabup Vicente Gonsalves.

Dirinya juga memastikan pemerintah terus mendukung alsintan untuk terus memacu sektor pertanian di wilayah perbatasan, dengan itu, mengajak para petani untuk terus memanfaatkan lahan secara optimal dengan menerapkan pola tanam yang tepat serta memanfaatkan dukungan program pemerintah di sektor pertanian.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu Silvia C. Do Amaral, menyampaikan untuk percontohan penanaman simbolis dilakukan diluas areal tanam 5 hektar, namun secara keseluhan untuk target optimalisasi lahan mencapai 100 hektar.

Menurut Silvia, dengan penggunaan mesin penanam padi otomatis (Rice Tranplanter) serta metode pembibitan menggunakan media mulsa (plastik) lebih efisiensi kerja, baik waktu dan biaya serta mempercepat masa panen di musim kemarau.

“Dengan penerapan pertanian modern menghemat biaya, waktu dengan itu penggunaan biaya dapat lebih fokuskan pada, pemupukan, untuk terus menggenjot tingkat produktivitas pertanian,” ujar Silvia Amaral.

Sementara itu untuk jenis Varietas yang digunakan di IP musim tanam II, Silvi Amaral mengatakan menggunakan padi Varietas Inpari 6 dan Pajajaran, yang notabenenya memiliki masa pematangan yang singkat sekitar 2 bulan.

Dirinya juga menambahkan, kedepan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus melakukan gebrakan dengan inovasi lanjutan modern yakni penggunaan Drone untuk proses pemupukan di lapangan.

Selaku Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Silvia Amaral menegaskan komitmen penuh untuk terus mendorong sektor pertanian yang unggul, berkelanjutan di wilayah perbatasan sebagai wujud nyata menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani, dengan berbagai program unggulan pemberdayaan.

Selain itu dalam panen simbolis terdapat penyerahan dan pengoperasian Rice Tranplanter oleh Wabup Belu dan penyaluran bibit bantuan padi kepada pada kelompok tani di Haekrit, sebagai bentuk dukungan untuk terus memajukan sektor pertanian di Belu. (KM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....