Wabup Belu Hadiri Peresmian Rumah Adat Salakwain

  • 02 Okt 2026 10:08 WIB
  •  Atambua
‎RRI.CO.ID, Atambua – Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T., mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan adat dan budaya yang diwariskan para leluhur di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi.

‎Pesan tersebut disampaikan Wabup Vicente saat menghadiri peresmian Rumah Adat Suku Salakwain Uma Dato Suri Asuk Tuan di Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Rabu 30 September 2026.

‎Wabup Vicente pada kesempatan tersebut mengatakan, rumah adat bukan sekadar bangunan, tetapi menjadi tempat masyarakat berkumpul, bermusyawarah, serta menjaga nilai-nilai adat dan kebersamaan.

‎“Rumah adat ini adalah tempat kita berkumpul, saling menghormati, dan bermusyawarah. Melalui acara seperti ini, kita mengingatkan generasi muda supaya tidak lupa dengan adat istiadat yang diwariskan leluhur,” ujar Vicente.

‎Menurutnya, keberadaan adat dan budaya memiliki peran penting dalam menjaga jati diri masyarakat. Ia juga menyebut perpaduan budaya, adat, dan kelestarian alam dapat menjadi kekuatan dalam pengembangan pariwisata daerah.

‎Vicente mencontohkan Bali yang mampu menarik wisatawan mancanegara karena tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga mempertahankan budaya dan kehidupan masyarakatnya.

‎Ia berharap peresmian Rumah Adat Salakwain menjadi momentum untuk semakin memperkuat kecintaan masyarakat terhadap adat, budaya, sekaligus alam.

‎“Kita harus membuktikan bahwa kita mencintai alam, sehingga air tetap ada dan hasil bumi kita tetap melimpah,” katanya.

Wabup Vicente juga menyampaikan bahwa kehadirannya dalam peresmian tersebut tidak hanya sebagai pejabat pemerintah, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar Suku Salakwain melalui ikatan kekeluargaan dan perkawinan.

Perlu di informasikan bahwa pada Peresmian Rumah Adat Suku Salakwain Uma Dato Suri Asuk Tuan ditandai dengan pemotongan pita oleh Wakil Bupati Belu.

‎Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ritual adat Manu Aman Tuku Neno atau adu ayam sebagai bagian dari tradisi Kenaian Lidak.

Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi pemotongan kerbau di Sadan atau mesbah (altar) Suku Salakwain Uma Dato Suri Asuk Tuan. Ritual tersebut menjadi simbol ucapan syukur dan kemenangan atas rampungnya pembangunan rumah adat.

‎Peresmian rumah adat ini turut dihadiri Kapolres Belu, anggota DPRD Kabupaten Belu, pimpinan perangkat daerah, Camat Tasifeto Barat, Kepala Desa Tukuneno, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh anggota dan keluarga besar Suku Salakwain Uma Dato Suri Asuk Tuan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....