Wagub NTT Kunjungi SPPG Atambua Barat

  • 21 Mei 2026 13:36 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Johni Asadoma, M.Hum., bersama Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi NTT, melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Belu yang berlokasi di Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat, Rabu 20 Maret 2026.

Kunjungan ini merupakan bagian dari tugas pemerintah provinsi untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan berbagai program strategis antara lain Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, dan program lainnya yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.SPPG Atambua Barat ini memiliki cakupan sasaran yang cukup luas, melayani sebanyak 3.418 orang yang terdiri dari anak usia sekolah, balita, serta ibu hamil di wilayah sekitar.

Setelah meninjau langsung seluruh fasilitas yang ada, mulai dari ruang pengolahan makanan, peralatan yang digunakan, hingga kondisi bangunan, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi yang tinggi. Menurutnya, kondisi SPPG ini sangat baik, terawat bersih, menggunakan peralatan yang layak pakai, serta memiliki bangunan baru yang nyaman. Selain itu, pengelolaannya juga berjalan lancar tanpa kendala berarti sejak diresmikan lebih dari satu tahun lalu.

"Kami sebagai pemerintah provinsi berkewajiban untuk terus memantau dan meninjau jalannya program-program strategis seperti ini. Hari ini saya melihat langsung, SPPG Atambua Barat ini kondisinya sangat bagus, bersih, peralatannya lengkap dan terawat, bangunannya juga baru. Selama berjalan lebih dari satu tahun ini tidak ada masalah yang berarti, hal ini tentu menjadi daya dukung yang sangat baik untuk memastikan kebutuhan gizi anak sekolah, balita, dan ibu hamil disini terpenuhi dengan baik," ujarnya.

Ia juga berharap agar kualitas pelayanan dan penyediaan makanan bergizi ini tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh seluruh sasaran.

"Saya berharap semua pihak yang menjadi sasaran program ini dapat benar-benar mendapatkan asupan gizi yang cukup dan berkualitas," tambahnya.

Wakil Gubernur juga menekankan agar seluruh aspek operasional tetap berpedoman pada standar yang telah ditetapkan, mulai dari kebersihan diri petugas, kebersihan peralatan, hingga jenis dan kualitas bahan makanan yang digunakan.

"Selama semua aspek ini dipatuhi sesuai standar yang ditetapkan, maka pelayanan di sini akan terus berjalan dengan baik dan aman bagi semua yang menerima manfaatnya," tegasnya.

Selanjutnya, Wagub Johni Asadoma juga mengajak seluruh masyarakat untuk aktif memanfaatkan keberadaan SPPG ini secara maksimal. Menurutnya, manfaat dari program ini tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan dan gizi, tetapi juga memiliki dampak yang luas bagi perekonomian masyarakat setempat.

"Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat, mari kita manfaatkan fasilitas dan program ini sebaik mungkin. Keberadaan SPPG ini membawa dampak berantai yang sangat positif, masyarakat yang bergerak di bidang pertanian dan peternakan dapat menjual hasilnya berupa sayur, buah, daging, dan kebutuhan lainnya, sehingga hasil bumi kita terserap langsung. Selain itu, di sini juga sudah terserap sebanyak 51 tenaga kerja lokal, yang berarti membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar," jelasnya.

Dampak positif lainnya yang diharapkan adalah peningkatan status gizi masyarakat, penurunan angka stunting, serta tumbuhnya generasi yang sehat, kuat, dan cerdas.

"Kalau semua berjalan dengan baik, maka anak-anak kita akan tumbuh sehat, kuat dan cerdas. Angka stunting pun bisa kita tekan terus menurun, sementara di sisi lain lapangan kerja terbuka dan hasil pertanian serta peternakan masyarakat memiliki pasar yang pasti," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu mitra pengelola SPPG, Ibu Diana Luan, juga melaporkan kepada Wakil Gubernur mengenai kendala yang sering dihadapi di lapangan, yaitu kesulitan mendapatkan pasokan tabung gas ukuran 50 kilogram yang dibutuhkan untuk proses pengolahan makanan dalam jumlah besar setiap harinya.

Mendengar laporan tersebut, Wakil Gubernur menanggapi dengan serius dan berjanji akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi terbaik agar kendala ini tidak lagi menghambat jalannya pelayanan di SPPG Atambua Barat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....