Memahami Makna Perjuangan Hidup dalam Islam

  • 30 Agt 2026 18:59 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Makna perjuangan hidup dalam Islam tidak hanya sebatas perang, melainkan perjuangan melawan hawa nafsu dan kesabaran menghadapi ujian. Penyuluh Agama Islam Kemenag Timor Tengah Utara (TTU), Winda Aulia Rahmarini, menyampaikan itu dalam program Renungan Religi Pro 2 RRI Atambua.

"Dalam Islam perjuangan itu namanya jihad, tapi jihad bukan cuma perang," ujar Winda Aulia Rahmarini saat memberikan tausiah, baru-baru ini. Ia menjelaskan bahwa mengendalikan diri sendiri dari berbagai godaan merupakan bentuk perjuangan terbesar bagi seorang Muslim.

Konsep perjuangan tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari yang dilakukan demi mengharap ridha dari Allah SWT. Winda menyebutkan sosok kepala keluarga yang bekerja keras menafkahi keluarga merupakan pejuang sejati dalam kehidupan nyata.

"Seorang bapak yang berkorban menanggung beratnya beban pekerjaan demi nafkah halal adalah pejuang," kata Winda. Begitu pula seorang ibu yang menahan lelah demi mengasuh dan membesarkan anak-anaknya dengan penuh kasih sayang.

Penyuluh Agama Islam Kemenag TTU ini juga menyoroti perjuangan para pemuda di era modern yang penuh tantangan. Menurutnya, anak muda yang mampu membatasi penggunaan gawai demi masa depan juga sedang melakukan jihad diri.

"Allah sudah berjanji dalam Surat Al-Ankabut ayat 69 akan menunjukkan jalan bagi yang berjuang," tutur Winda. Ia mengingatkan pendengar agar tidak ragu terhadap janji Allah dalam memberikan jalan keluar setiap masalah.

Untuk memberi inspirasi, Winda mengisahkan keteladanan Nabi Ayub AS yang tetap bersabar meski diuji penyakit selama belasan tahun. Ia menegaskan bahwa kesabaran Nabi Ayub menjadi ikhtiar luar biasa hingga akhirnya Allah menyembuhkan dan mengganti keturunannya.

Kisah perjuangan Siti Hajar yang berlari antara Shafa dan Marwah juga disampaikan sebagai petunjuk keberhasilan sebuah usaha. "Perjuangan seorang ibu tidak akan pernah sia-sia di mata Allah SWT," ucap.

Selain itu, perjuangan menuntut ilmu yang ditunjukkan oleh Imam Syafi'i menjadi teladan penting bagi generasi muda saat ini. Keterbatasan sarana belajar tidak menghalangi sang imam untuk menjadi ulama besar yang karyanya dipelajari hingga sekarang.

Winda menekankan bahwa setiap Muslim saat ini menghadapi ujian perjuangannya masing-masing dalam kehidupan sehari-hari yang nyata. Orang-orang yang tetap konsisten beribadah di tengah tumpukan masalah hidup termasuk bagian dari pejuang tersebut.

"Dalam berjuang pasti ada ujian waktu, ujian dari orang lain, dan ujian diri sendiri," ucapnya. Ujian diri sendiri seperti rasa malas dan putus asa menjadi hambatan terberat yang harus dilawan.

Ia memberikan empat bekal penting untuk menghadapi perjuangan, yaitu meluruskan niat, konsisten, tidak membandingkan diri, serta berdoa. Niat yang lurus karena Allah akan mengubah setiap lelah dalam bekerja menjadi nilai pahala.

"Kenyamanan tidak diraih dengan kemalas-malasan, capek sebentar tapi nikmatnya bisa dirasakan seumur hidup," kata Winda. Ia mengajak pendengar untuk terus teguh dan bersabar dalam menjalankan setiap proses kehidupan.

Mengakhiri siarannya, Winda mendoakan agar masyarakat senantiasa diberikan keteguhan hati serta keberuntungan dalam setiap kebaikan yang dilakukan. Tausiah ini diharapkannya dapat memberikan semangat baru bagi para pendengar yang sedang berjuang dalam hidupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....