Renungan Islam: Empat Perkara agar Hidup Berkah Dunia dan Akhirat
- 06 Jun 2026 16:49 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Setiap manusia pada dasarnya selalu menginginkan keberuntungan materi dan jabatan tinggi dalam kehidupan duniawi. Namun, tidak semua keinginan duniawi manusia tersebut dapat diraih dengan mudah dan instan.
Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Timor Tengah Utara (TTU) mengajak masyarakat merefleksikan keberuntungan hidup. Winda Aulia Rahmarini menyampaikan materi tersebut dalam Renungan Religi Pro 2 RRI Atambua pada Jumat, 5 Juni 2026.
Menurutnya, seorang muslim yang tidak tercapai keinginan duniawinya diharapkan tidak menganggap hidupnya menjadi sia-sia. Masih ada harapan lebih mulia untuk diraih yaitu keridaan Allah dan surga kenikmatan.
Winda mengatakan kerugian sejati bukanlah orang yang tidak memperoleh kenikmatan duniawi di hidupnya. "Tetapi yang tidak beriman dan bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala," ujar Winda.
Winda pun membagikan resep dari Nabi Muhammad agar manusia tidak merasa rugi menjalani kehidupan dunia. Ada empat perkara utama yang harus dimiliki oleh setiap manusia agar hidupnya menjadi berkah.
Perkara pertama yang disampaikan oleh Winda adalah kewajiban untuk selalu benar dalam berbicara bagi manusia. Bicara yang benar merupakan salah satu ciri utama dari orang yang beriman kepada Allah.
"Jika sudah tidak benar berbicara, maka ia akan menjadi manusia sangat hina," kata Winda menjelaskan. "Manusia beriman memiliki keharusan yang sangat tinggi untuk senantiasa menjaga bahaya dari lidah mereka."
Perkara kedua untuk menjaga keberuntungan hidup manusia, kata Winda adalah dengan selalu memegang teguh sifat amanah. "Kehidupan di dunia ini tidak pernah lepas dari amanah yang diberikan oleh Allah," ucapnya.
Lanjut Winda, jasmani yang sehat dan harta yang banyak merupakan amanah yang harus dijaga dengan baik. "Manakala seseorang selalu mengkhianati amanah, maka ia dianggap tidak memiliki kesempurnaan agama yang baik," kata dia.
Perkara ketiga yang menjadi resep kehidupan beruntung adalah memiliki akhlak yang baik dan terpuji. Akhlak mulia merupakan kekayaan paling mahal harganya bagi seorang muslim di dalam kehidupan ini.
Winda menjelaskan bahwa mendidik akhlak anak merupakan pemberian paling berharga dari orang tua kepada anaknya. Pendidikan adab jauh lebih berharga ketimbang memberikan materi duniawi yang paling mahal sekali pun.
Perkara keempat yang menjadi resep penutup dari narasumber adalah tidak bersikap serakah atau tamak. Sifat serakah merupakan salah satu perbuatan tercela yang harus dihindari oleh setiap umat manusia.
Winda menyebut, keserakahan membuat seseorang tidak pandai bersyukur dan berani merampas hak milik orang lain yang miskin. "Rasa syukur kepada Allah membuat seseorang memperoleh keberuntungan yang besar," ujar Winda di akhir tausiyah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....