Hal Penting Bagi Kesehatan Lingkungan dan Masa Depan
- 10 Agt 2026 20:24 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Pertanian organik dinilai penting bagi kesehatan manusia, lingkungan, dan masa depan ketahanan pangan yang berkelanjutan di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat modern. Informasi tersebut disampaikan Pendeta GMIT Solafide Motamaro, Yumince Solaiman Pinat,S.Th.,CLC kepada rri.co.id saat ditemui di lokasi lahan, Minggu 09 Agustus 2026.
Ia menjelaskan bahwa dampak penggunaan pupuk dan pestisida kimia berlebihan sebenarnya sangat dekat dengan tubuh manusia sebagai konsumen utama hasil pertanian. Menurutnya, masyarakat sering tidak menyadari bahwa bahan kimia tersebut masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Yumince memberikan analogi sederhana bahwa tidak ada orang yang berani langsung meminum pestisida atau pupuk kimia karena sifatnya berbahaya. “Tapi kita kasih di tanaman, kita mau, terus ketika kita petik kita makan, sebenarnya kita makan racun.”
| Baca juga: Regenerasi Pengrajin Tihar Perlu Dukungan |
Pendeta Yumince menambahkan bahwa dampak jangka panjang dari konsumsi bahan kimia dalam makanan dapat menyebabkan berbagai penyakit yang memerlukan biaya pengobatan. Kondisi ini menjadi lingkaran masalah karena masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan untuk kesehatan akibat pola makan yang tidak sehat.
Ia menegaskan bahwa konsep organik tidak berarti tanpa proses kimia, tetapi menggunakan proses alami yang lebih aman bagi tubuh dan lingkungan. Pendekatan ini dinilai lebih ramah terhadap tanah serta menjaga keseimbangan ekosistem pertanian dalam jangka panjang.
Selain itu, ia menekankan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat agar tidak selalu bergantung pada hasil instan dari pertanian konvensional. Ia mengajak masyarakat untuk kembali memahami bahwa makanan sehat berasal dari tanah yang dikelola dengan cara yang benar.
| Baca juga: Edukasi Kebencanaan Penting sejak Usia Dini |
Menurutnya, usia panjang tidak akan bermakna jika dijalani dalam kondisi sakit akibat pola hidup yang tidak sehat sejak dini. “Kalaupun kita sampai usia tua, kita tidak usia tua dalam keadaan sehat kalau pola makan kita salah,” ujarnya.
Ia juga memperkenalkan prinsip hidup sehat yang diterapkannya selama beberapa tahun terakhir tanpa ketergantungan pada obat-obatan medis. Prinsip tersebut menempatkan makanan sebagai sumber penyembuhan utama sebelum menggunakan obat sebagai solusi terakhir.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa menjaga kesehatan tanah sama dengan menjaga kesehatan manusia dan generasi masa depan secara menyeluruh. Dengan tanah yang sehat, kualitas pangan meningkat dan berdampak langsung pada kualitas hidup manusia.
Ia berharap generasi muda mulai menyadari pentingnya kembali ke pola hidup alami untuk menciptakan generasi emas yang sehat secara fisik dan mental. “Tidak akan ada generasi emas kalau kita tidak mulai dari pola hidup sehat yakni makanan,” tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....