Saat Dunia Tak Sesuai Harapan, Allah selalu Punya Rencana
- 27 Jul 2026 07:48 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Setiap takdir dan ujian hidup pasti mengandung hikmah terbaik bagi manusia. Seperti disampaikan Siti Zohra, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Timor Tengah Utara (TTU), seraya mengajak umat agar senantiasa husnuzan kepada Allah SWT.
Siti menegaskan hal itu saat mengisi Renungan Religi Pro 2 RRI Atambua beberapa waktu lalu. Ia mengatakan bahwa kekecewaan dan kegagalan merupakan hal yang lazim dirasakan manusia.
Siti menjelaskan, manusia sering kali merasa sedih ketika harapannya tidak terwujud. "Kita merencanakan sesuatu dengan sungguh-sungguh, tetapi hasilnya berbeda," ucapnya.
Ia mengutip Surah Al-Baqarah ayat 216 untuk memperkuat pesannya kepada para pendengar. Ayat tersebut menegaskan bahwa apa yang dibenci manusia bisa jadi merupakan hal baik baginya.
Menurutnya, pengetahuan manusia sangat terbatas jika dibandingkan dengan ilmu milik Allah SWT. Manusia hanya mengetahui masa kini, sedangkan Allah Mahamengetahui seluruh masa depan kehidupan.
Siri juga mengingatkan bahwa tidak ada doa yang sia-sia di hadapan Tuhan. "Tidak ada doa yang sia-sia, yang berbeda hanyalah cara Allah mengabulkannya," katanya.
Ia menambahkan, Allah selalu mengabulkan doa melalui tiga cara yang berbeda. Doa bisa dikabulkan segera, disimpan di akhirat, atau diganti dengan perlindungan.
Siti kemudian menceritakan kisah Nabi Yusuf AS sebagai teladan dalam menghadapi ujian. Nabi Yusuf harus melewati penderitaan panjang sebelum akhirnya diangkat menjadi pemimpin besar.
"Apa yang tampak sebagai musibah, ternyata menjadi pintu kemuliaan," kata Siti dengan lembut. Ia mengajak masyarakat untuk meneladani kesabaran para nabi dalam menghadapi ketetapan Ilahi.
Lebih lanjut, ia mengutip Surah Al-Insyirah ayat 5-6 mengenai kemudahan. Ayat tersebut diulang dua kali sebagai penegasan bahwa kesulitan selalu disertai kemudahan.
Nurinayah menekankan pentingnya berprasangka baik kepada Allah dalam setiap kondisi kehidupan. "Aku sesuai dengan prasangka hamba-hamba-Ku kepada-Ku," ucapnya mengutip hadis kudus.
Ia mengajak umat Islam untuk mengubah rasa kecewa menjadi bentuk keyakinan teguh. Menurutnya, prasangka baik akan membawa ketenangan jiwa di tengah berbagai cobaan hidup.
Di akhir Tausiyahnya, Siti mendoakan agar seluruh masyarakat diberikan keteguhan hati. Ia berharap umat muslim dapat terus bersabar, berikhtiar, dan bertawakal dalam kehidupan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....