Menjaga Istiqomah Melalui Lisan, Hati, dan Anggota Badan

  • 06 Jun 2026 16:52 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua — Umat Islam diimbau untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan dan menjaga konsistensi dalam menjalankan ajaran agama. Sikap teguh pendirian tersebut menjadi kunci utama untuk meraih kebahagiaan serta ketenangan hakiki dalam kehidupan.

Hal itu disampaikan Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Ansor Asbanu dalam Renungan Religi Pro 2 RRI Atambua. Ia menekankan pentingnya mengusahakan sikap istiqomah demi mendapatkan perlindungan dari Allah SWT di dunia dan akhirat.

Menurut Anshor, Allah telah menjanjikan perlindungan yang besar bagi hamba-Nya yang beristiqomah. Janji mulia tersebut tercantum secara jelas di dalam Al-Qur'an Surah Fussilat ayat 30.

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhan kami ialah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka," ujar Ansor pada Kamis, 4 Juni 2026. "Gembiralah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah."

Ia melanjutkan penjelasan kutipan ayat tersebut mengenai turunnya para malaikat demi menenteramkan hati manusia. Malaikat akan menyampaikan pesan agar umat manusia tidak merasa takut ataupun bersedih hati.

Ansor kemudian memaparkan tiga bentuk penerapan istiqomah yang harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Bentuk yang pertama adalah istiqomah melalui lisan dengan menjaga ucapan agar selalu berfaedah.

Umat diminta menghindari perkataan yang dapat melukai perasaan sesama manusia, seperti mencaci dan memfitnah. Menjaga mulut dari ucapan buruk merupakan wujud nyata istiqomah dalam aspek lisan.

"Jangan sekali-kali mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan dan melukai hati orang," ucapnya. "Luka di hati sulit diobati dibandingkan luka pada fisik, memelihara tutur kata menjadi keharusan bagi setiap individu."

Bentuk yang kedua, menurut Ansor, adalah istiqomah dengan menjaga kelurusan hati manusia. Setiap orang harus menekan hawa nafsu agar tidak mengendalikan perasaan dan emosi mereka.

"Setiap hati haruslah lurus tidak emosi tidak berbohong dan nafsu yang selalu mengganggu hati haruslah ditekan, "Hanya dengan iman dan hati yang lurus kita dapat beristiqomah," katanya.

Sementara itu, bentuk istiqomah yang terakhir adalah menjaga seluruh anggota badan secara konsisten. Seluruh bagian tubuh harus digerakkan untuk mematuhi peraturan dan menjauhi larangan Allah.

Ansor meyakini menerapan kebiasaan baik pada anggota badan ini akan mewujudkan sebuah bentuk kerja yang positif. Perilaku tersebut pada akhirnya akan membawa ketenangan batin bagi yang menjalankannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....