Islam Mengutamakan Kedamaian sebagai Wujud Moderasi Beragama
- 13 Jun 2026 12:45 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua — Islam merupakan agama yang diturunkan oleh Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh semesta alam. Misi utama tersebut wajib menjadi pedoman bagi seluruh umat dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Kabupaten TTU, Syaiful Yani Djahilape, Jumat, 12 Juni 2026. Ia menekankan pentingnya meneladani sifat Rasulullah dalam membawa kedamaian.
"Misi utama diutusnya Nabi Muhammad adalah membawa rahmat bagi seluruh alam," ujar Syaiful Yani Djahilape. Menurutnya, keteladanan tersebut harus diwujudkan melalui sikap yang membawa kebaikan.
Syaiful menjelaskan, ajaran Islam mengutamakan prinsip keseimbangan di tengah masyarakat. Umat dianjurkan untuk tidak bersikap berlebihan dalam merespon segala sesuatu.
"Islam mengajarkan prinsip keseimbangan dan juga moderasi dalam menjalani kehidupan," kata Syaiful. Karakteristik tersebut merujuk pada pembentukan umat pilihan yang adil.
Sikap moderat ini, lanjutnya, mencakup berbagai aspek kehidupan manusia secara luas. Penerapannya meliputi bidang ibadah, muamalah, hingga interaksi sosial antarsesama.
Nabi Muhammad SAW telah mencontohkan langsung sikap moderasi tersebut dalam sejarah. Beliau teguh beribadah namun tetap menjaga keseimbangan hubungan sosial.
"Beliau tidak pernah memaksa ajaran agama kepada keluarganya, apalagi orang lain," ucal Syaiful. Dakwah Islam selalu disampaikan dengan penuh ukhuwah dan kasih sayang.
Lebih lanjut, Syaiful menyatakan bahwa Islam menentang keras sikap ekstremisme. Pandangan fanatisme yang berlebihan dinilai dapat memicu perpecahan masyarakat.
"Sikap ekstrim dalam beragama seringkali menyebabkan perpecahan dan kekerasan," kata Syaiful. Tindakan tersebut justru merusak citra Islam yang penuh kasih sayang.
Oleh karena itu, Syaiful menyebut dakwah harus dilakukan dengan cara yang bijaksana. Penyampaian pesan keagamaan wajib mengedepankan kelembutan serta menghindari pemaksaan kehendak.
Prinsip kemanusiaan ini berlaku universal bagi seluruh umat manusia di dunia. Nilai toleransi harus tetap dijaga tanpa memandang perbedaan suku dan agama.
"Islam mengajarkan nilai kemanusiaan seperti kasih sayang, toleransi, dan keadilan," ujarnya. "Manusia juga berkewajiban menjaga kelestarian lingkungan dan alam semesta."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....