Mabes TNI Edukasi Warga Baradatu Cegah Karhutla
- 07 Sep 2026 15:20 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan - Tim Penyuluh Markas Besar (Mabes) TNI menggelar sosialisasi dan edukasi bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bagi masyarakat di Aula Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Senin 7 September 2026.
Langkah ini diambil untuk memperkuat pemahaman bersama sekaligus mendorong keterlibatan aktif warga dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Dalam pemaparannya, Kolonel Laut Surahman bersama Letkol Laut (T) Didik Trihartono menekankan pencegahan Karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial.
Keberhasilan mitigasi bencana ini sangat bergantung pada sinergi terpadu yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tingkat desa hingga unsur pemerintahan di kecamatan.
Tim penyuluh menyoroti insiden Karhutla kerap kali dipicu oleh faktor aktivitas manusia, baik yang dilakukan secara sengaja maupun akibat kelalaian.
Mengingat wilayah Kecamatan Baradatu dikelilingi oleh sejumlah kawasan perkebunan, kewaspadaan ekstra dinilai mutlak diperlukan.
Warga pun diedukasi untuk mulai menerapkan metode pengelolaan lahan yang lebih aman dan ramah lingkungan.
“Kita perlu membangun kesadaran bersama bahwa upaya pencegahan adalah langkah yang paling krusial. Dengan mengutamakan pencegahan, kita dapat meminimalkan risiko serta dampak kerugian yang lebih besar apabila terjadi kebakaran,” kata Kolonel Laut Surahman.
Selain fokus pada kesadaran individu, Mabes TNI juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektoral. Kolaborasi antara TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, pemerintah daerah, hingga pihak korporasi dinilai vital, terutama dalam memantau wilayah-wilayah berpotensi rawan titik api.
Masyarakat diimbau untuk menjadi perpanjangan tangan aparat dengan segera melapor kepada petugas atau Satgas setempat apabila menemukan indikasi kebakaran.
Respons yang cepat (quick response) diyakini mampu mencegah api meluas dan meminimalisasi kerusakan lingkungan.
Sebagai inovasi pendukung dalam sistem pelaporan, kegiatan ini juga turut memperkenalkan pemanfaatan aplikasi SiPongi. Aplikasi ini disosialisasikan agar masyarakat dan petugas dapat memantau deteksi titik panas (hotspot) secara real-time dan akurat.
Kolonel Laut Surahman menjelaskan melalui penyuluhan ini, diharapkan pencegahan Karhutla tak lagi hanya dipandang sebagai tugas aparat pemerintah semata, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....