Buku Kisah dari Tanah Lado Resmi Diluncurkan
- 29 Jul 2026 09:55 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Bandar Lampung – Buku Kisah dari Tanah Lado, antologi yang menghimpun 15 cerita rakyat dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, resmi diluncurkan dalam Festival Literasi Lampung yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Lampung, Selasa, 28 Juli 2028. Peluncuran buku tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam festival literasi tahun ini.
Buku Kisah dari Tanah Lado ditulis oleh 15 penulis yang masing-masing mewakili satu kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Kehadiran buku ini diharapkan menjadi upaya mendokumentasikan cerita rakyat yang selama ini berkembang secara lisan agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Prosesi peluncuran ditandai dengan penyerahan buku secara simbolis oleh Eko Prasetyo yang mewakili seluruh penulis kepada Bunda Literasi Provinsi Lampung. Penyerahan dilakukan didampingi Wakil Gubernur Lampung di hadapan para peserta Festival Literasi Lampung.
"Di tengah berbagai tantangan, termasuk efisiensi anggaran, Pemerintah Provinsi Lampung perlu terus menghadirkan terobosan yang mampu menggerakkan ekosistem literasi. Pemerintah dapat menjadi katalisator yang mempertemukan berbagai pihak sehingga lahir program-program literasi yang spesifik, kolaboratif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," kata Eko, saat dimintai keterangannya, Rabu, 29 Juli 2026.
Eko mengatakan lahirnya Kisah dari Tanah Lado membuktikan kolaborasi antara penulis lokal, Bunda Literasi kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Lampung, serta Bank Indonesia mampu menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai literasi, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah.
Menurutnya, Festival Literasi Lampung merupakan ruang yang efektif untuk menghimpun potensi penulis lokal dalam mendokumentasikan kekayaan budaya daerah. Ia berharap penerbitan buku tersebut menjadi awal lahirnya lebih banyak karya yang mengangkat sejarah, tradisi, cerita rakyat, dan kearifan lokal dari berbagai wilayah di Lampung.
Peluncuran Kisah dari Tanah Lado menegaskan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi sarana merawat identitas budaya dan memori kolektif masyarakat. Melalui dokumentasi dalam bentuk buku, warisan budaya Lampung diharapkan tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....