Hak Cipta Buku Karya Guru Bahasa Lampung di Way Kanan Diterbitkan
- 07 Mei 2026 11:56 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual memberikan surat pencatatan ciptaan terhadap hasil karya guru bahasa Lampung berupa buku berjudul Hanggum Bubahasa Lampung. Hak cipta karya tersebut dipegang oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Way Kanan.
Selain buku Hanggum Bubahasa Lampung, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual juga menerbitkan surat pencatatan ciptaan untuk Kamus Dwi Bahasa Indonesia Lampung Dialek Way Kanan. Karya tersebut merupakan hasil penyusunan Forum Guru Bahasa Lampung di bawah bimbingan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Way Kanan.
Ketua Forum Guru Bahasa Lampung Kabupaten Way Kanan, Septri Marbhara mengungkapkan, terbitnya surat pencatatan ciptaan memberikan rasa aman bagi para penulis. Menurutnya, karya yang dihasilkan kini telah memiliki Hak Kekayaan Intelektual yang tercatat secara resmi di negara.
“Kami sangat bersyukur dan berbangga hati karena kedua karya ini lahir berkat support yang luar biasa dari Pemda Kabupaten Way Kanan khususnya Bupati, Sekda, Kepala Dinas Pendidikan beserta segenap jajarannya,” ujar Septri Marbhara, Kamis, 7 Mei 2026.
Dia mengatakan, keberadaan buku dan kamus bahasa Lampung tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pelestarian bahasa daerah sekaligus memperkuat pembelajaran muatan lokal di sekolah.
Menurutnya, bahasa Lampung merupakan bagian penting dari identitas budaya daerah yang perlu dijaga keberlangsungannya. Karena itu, dukungan pemerintah daerah dinilai sangat penting dalam pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal.
Septri berharap kedua buku tersebut segera dapat didistribusikan ke sekolah-sekolah di Kabupaten Way Kanan. Dengan demikian, karya tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar bahasa Lampung bagi para siswa.
“Semoga hadirnya buku dan kamus bahasa Lampung dapat meningkatkan minat generasi muda dalam mempelajari bahasa daerah. Selain menjaga budaya lokal, langkah ini dinilai mampu memperkuat karakter dan identitas daerah di tengah perkembangan zaman,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....