Ramsai Bentuk Pokmas untuk Penanganan Kawasan Kumuh

  • 09 Jun 2026 12:31 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan – Pemerintah Kampung Ramsai mulai menyiapkan tahapan penanganan kawasan kumuh. Langkah awal dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat dan pembentukan Kelompok Masyarakat (Pokmas).

Kepala Kampung Ramsai, Hendrik Purnama, mengatakan kawasan yang masuk surat keputusan kawasan kumuh berada di Dusun 1. Lokasinya berada di sekitar area Pasar Kampung Ramsai.

Menurut Hendrik, penanganan kawasan kumuh dilakukan berdasarkan luas wilayah yang terdampak. Kewenangan dapat berada di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat.

“Jika wilayahnya kecil ditangani kabupaten. Jika luasnya lebih besar dapat menjadi kewenangan provinsi,” katanya, Minggu, 7 Juni 2026.

Ia memperkirakan pelaksanaan program penanganan kawasan kumuh akan dimulai pada tahun depan. Saat ini pemerintah kampung masih menjalani tahapan persiapan.

“Setelah sosialisasi, kami akan membentuk Pokmas yang nantinya menjalankan program tersebut,” ujarnya.

Hendrik menjelaskan Pokmas akan diregistrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Kelompok itu juga akan mendapatkan pendampingan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Menurutnya, bantuan pemerintah merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Dukungan tersebut diarahkan untuk menyelesaikan berbagai indikator kawasan kumuh.

“Ini bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat untuk membantu menyelesaikan permasalahan kawasan kumuh,” ucapnya.

Meski demikian, Hendrik menegaskan penanganan kawasan kumuh bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Peran masyarakat dinilai sangat penting dalam menjaga lingkungan.

Ia mengajak warga menjaga drainase, mengelola sampah dengan baik, dan merawat fasilitas umum. Upaya tersebut menjadi langkah nyata mencegah munculnya kawasan kumuh baru.

“Pada dasarnya ini tanggung jawab bersama. Lingkungan yang baik harus dijaga oleh seluruh masyarakat,” katanya.

Pemerintah Kampung Ramsai kini menunggu arahan lanjutan terkait pelaksanaan program. Seluruh proses penanganan nantinya akan dilakukan bersama pihak terkait dan masyarakat setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....