Tantangan Jaga Kesehatan Ternak jelang Idul Adha di Way Kanan

  • 23 Apr 2026 13:52 WIB
  •  Waykanan

RRI..CO.ID, Way Kanan — Menjelang Idul Adha, pengawasan kesehatan hewan ternak di Kabupaten Way Kanan semakin diperketat. Ancaman utama masih berasal dari penyakit mulut dan kuku (PMK) yang belum sepenuhnya terkendali di sejumlah wilayah, Kamis, 23 April 2026.

Dokter hewan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kabupaten Way Kanan, Qisthi Ayunda Ratih, menyebut tantangan terbesar justru berasal dari perilaku peternak. Banyak peternak masih mengabaikan kelengkapan dokumen saat mendatangkan ternak dari luar daerah.

“Tantangan paling besar itu dari peternaknya sendiri. Masih ada yang mendatangkan ternak tanpa dokumen lengkap,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut sangat berisiko karena Lampung masih masuk zona merah PMK. Wilayah lain seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat juga memiliki status serupa.

“Lampung ini masih zona merah PMK. Pembelian ternak dari luar daerah tanpa pengawasan itu sangat berbahaya,” katanya.

Menurutnya, sebagian peternak masih menggunakan cara lama dalam proses jual beli ternak. Mereka menganggap cukup dengan surat keterangan kepala kampung tanpa mengikuti aturan terbaru.

“Sekarang sudah tidak bisa lagi pakai cara lama. Sudah ada aturan yang mengikat soal lalu lintas ternak,” katanya, menegaskan.

Ia merujuk pada Permentan Nomor 17 Tahun 2023 yang mengatur ketat dokumen lalu lintas hewan ternak. Aturan ini diterbitkan pasca wabah PMK yang meluas sejak 2022.

Di lapangan, petugas pos lalu lintas hewan di Way Tuba sudah menerapkan pengawasan ketat. Ternak tanpa dokumen lengkap langsung diminta putar balik oleh petugas.

“Kalau di pos Way Tuba, petugas sudah tegas. Tidak ada surat, langsung disuruh putar balik,” ujarnya.

Namun, ia mengakui masih ada celah pengawasan di jalur masuk lain. Beberapa ternak tanpa dokumen masih bisa lolos dari pengawasan di perjalanan.

“Kadang masih kecolongan di perjalanan. Ini yang cukup sulit kami kendalikan,” ucapnya.

Ia berharap peternak semakin sadar pentingnya kelengkapan dokumen dan kesehatan ternak. Kepatuhan peternak dinilai menjadi kunci pencegahan penyebaran PMK jelang Idul Adha.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....