Warga di Way Tuba Dibegal saat Menuju Klinik, Pelaku Todongkan Senpi ke Korban

  • 14 Mar 2026 12:50 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan -Seorang wanita bernama Jumyati (30), warga Bukit Gemuruh, Kecamatan Way Tuba, menjadi korban pembegalan saat sedang mengantarkan ibunya yang sakit untuk berobat, Jumat, 13 Maret 2026.

Peristiwa ini terjadi di jalanan sepi antara Kampung Bukit Gemuruh dan Kampung Bandarsari, tepat ketika warga sekitar sedang melaksanakan ibadah salat tarawih.

Jumyati menjelaskan kejadian itu bermula saat dirinya membonceng ibunya, Sri (55), menuju Klinik Trans Medika Bandarsari. Di tengah perjalanan, sepeda motor mereka mendadak dihadang oleh dua pria tak dikenal.

"Saat itu saya sedang bawa ibu berobat ke klinik. Tiba-tiba di tempat sepi kami dihadang dua orang. Saya kaget dan langsung berteriak," kata Jumyati saat memberikan keterangan.

Teriakan korban justru dibalas dengan tindakan represif. Salah satu pelaku langsung mengeluarkan senjata api (senpi) dan mengarahkannya kepada Sri.

Tidak hanya itu, pelaku juga memelintir pergelangan tangan sang ibu hingga korban tidak berdaya.

"Melihat ibu ditodong senpi, saya pasrah. Mereka mengambil motor Honda Beat merah kami (BE 4635 WW), beserta dompet berisi uang sekitar satu juta rupiah, ATM, dan KTP di dalamnya," ucapnya.

Beruntung, ponsel milik Jumyati berada di saku celana sehingga tidak ikut dirampas. Sesaat setelah pelaku kabur, ia langsung menghubungi suaminya, Tomo, yang sudah menunggu di Klinik Trans Medika.

Mendapat informasi tersebut, Tomo bersama warga Bandarsari bergerak cepat melakukan penyekatan di jalur yang diduga akan dilewati pelaku.

Benar saja, beberapa menit kemudian, kedua pelaku melintas di depan klinik menggunakan motor hasil rampasan.

Namun, upaya warga sempat terhenti. Pelaku yang beringas kembali mengacungkan senjata api ke arah kerumunan warga. Karena tidak ingin mengambil risiko kehilangan nyawa, warga terpaksa membiarkan kedua pelaku melintas.

Pantang menyerah, Tomo bersama warga lainnya terus melakukan pengejaran hingga ke arah Kampung Way Pisang.

Di sana, warga mendapatkan informasi bahwa ada pengendara motor dengan ciri-ciri serupa yang terjatuh setelah disenggol oleh seorang warga dari arah berlawanan.

"Sampai di lokasi motor terjatuh, ternyata benar itu motor saya. Nomor polisi dan STNK-nya cocok. Namun, kedua pelaku sudah melarikan diri ke dalam kegelapan," kata Tomo.

Meski motor berhasil dibawa pulang, dompet berisi uang dan surat-surat berharga milik korban belum ditemukan.

Hingga berita ini diturunkan, identitas kedua pelaku belum terdeteksi. Pihak keluarga telah melaporkan peristiwa pembegalan ini ke Polsek Way Tuba untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....