Musisi Jago Belum Tentu Juara, Kenapa?
- 15 Apr 2025 09:10 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda : Menjadi juri dalam sebuah kompetisi musik bukan perkara mudah. Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan, tidak hanya dari segi teknik tapi juga dari potensi industri. Hal itu diungkapkan oleh Jondry Rusadi, produser musik Studio 23 sekaligus musisi asal Kota Samarinda, yang telah berpengalaman menjadi juri di berbagai festival musik.
"Kalau pada umumnya kalau festival - festival musik biasa kriteria umumnya (menentukan pemenang) itu ada, tapi memang beberapa juri itu ada yang punya pertimbangan khusus". Ungkapnya saat menjadi narasumber program Musik Preneur Pro 2 RRI Samarinda Minggu, 13/04/2025
Menurutnya, meski penilaian dilakukan berdasarkan angka atau poin, namun dalam prosesnya para juri bisa saja mengambil keputusan berdasarkan diskusi. Bahkan tidak jarang poin-poin tersebut hanya menjadi formalitas.
"Kayak misalnya kita sudah nilai pakai angka poin, terus kita menemukan ada sesuatu yang lebih bijak, nah otomatis poin itu bisa menjadi formalitas saja. pada akhirnya sama - sama juri itu akhirnya cuman berunding doang. karena kalau kompetisi itu juri akan banyak sudut pandang, ada yang mengedepankan skill, tapi ada juga yang mengedepankan sisi industrialnya." Jelasnya
Jondry menjelaskan bahwa ada juri yang lebih mengedepankan kemampuan teknikal musisi, namun ada pula yang melihat dari sisi potensi industri atau masa depan band tersebut. Hal inilah yang membuat keputusan dalam menentukan pemenang tidak selalu hitam-putih.
"Misalkan ini ada band yang jago banget, tapi ya secara tekhnikal saja. tapi ada juga band yang biasa saja tapi ini kayak punya potensi ini di masa depan. nah itu yang biasanya yang jadi pertimbangan juri sampai akhirnya ngelepasin poin." terangnya
Ketika ditanya soal bagaimana menilai band yang hanya unggul secara teknikal tapi kurang kuat secara industri, Jondry mengaku lebih mengedepankan musisi yang punya potensi untuk berkembang di industri.
"Biasanya itu ini keliatannya di sisi perfomnya, aku itu pernah nemu band biasa saja cuman begitu dia eksis, ternyata mantep pas main main live. tapi kalau jago jagoan kan itu sudah selera, nah kalau aku lebih pertahanin yang ini punya potensi secara industrial ini bagus kayaknya kalau lanjut terus." tambahnya
Ia menambahkan, kemampuan teknikal bisa dipelajari melalui berbagai sumber seperti YouTube. Namun menurutnya, penilaian dalam festival musik bukan hanya mencari yang paling jago, tapi juga melihat siapa yang punya karakter kuat, daya tarik live performance, dan peluang untuk terus tumbuh.
"Sedangkan yang teknikal ini kan orang itu bisa belajar tekhnik ini kan orang itu bisa belajar teknik dari Youtube dan sebagainya untuk jadi musuisi jago. tapi untuk jadi musisi yang mewarnai industri ini hal yang langka ya yang harus di perjuangkan." tutupnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....