Koperasi Jadi Tulang Punggung Pasar UMKM

  • 16 Jul 2026 04:45 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Tantangan terbesar yang kerap dihadapi oleh pelaku wirausaha lokal di daerah adalah masalah perluasan pasar dan pemenuhan regulasi industri. Menyadari keterbatasan tersebut, UMKM Rumah Ratu Industri di Tarakan memilih strategi penetrasi pasar melalui jalur kemitraan bersama koperasi instansi pemerintah. Langkah taktis ini terbukti efektif dalam memotong jalur distribusi sekaligus memperkenalkan produk olahan ikan lokal secara lebih luas.

Bagi unit usaha rintisan, menembus pasar ritel modern berskala besar sering kali terbentur oleh syarat sertifikasi yang ketat dan berlapis. Hambatan regulasi seperti pengurusan izin BPOM yang membutuhkan penataan ruang produksi berstandar khusus menjadi tantangan tersendiri bagi pengusaha kecil. Oleh karena itu, kehadiran koperasi dinilai menjadi solusi intermediasi yang paling realistis untuk menjaga keberlangsungan omset bulanan produk.

Melalui kerja sama dengan koperasi, para pelaku UMKM mendapatkan keringanan administratif karena persyaratan yang diminta cenderung lebih ramah bagi usaha mikro. Produk pangan hanya perlu mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) serta sertifikasi halal untuk bisa langsung dipasarkan di gerai milik koperasi. Pola kemitraan gotong royong ini secara tidak langsung membantu menstabilkan pendapatan di tengah fluktuasi ekonomi pascapandemi.

Pendiri Rumah Ratu Industri memaparkan bahwa sinergi ini memberikan dampak nyata yang sangat membantu keberlanjutan bisnis dari bulan ke bulan. Hubungan timbal balik dengan lembaga ekonomi rakyat tersebut diakui menjadi motor penggerak utama dalam pemasaran produk mereka saat ini. "Keberadaan koperasi sendiri sampai saat ini menjadi salah satu tulang punggungnya UMKM," tegas Nur Hikmah dalam wawancara berjaringan tersebut.

Ke depan, pelaku usaha lokal ini terus berupaya menyelesaikan tahapan pengujian BPOM dengan pendampingan intensif dari otoritas terkait agar bisa naik kelas. Keberhasilan menembus pasar koperasi diharapkan menjadi batu loncatan awal sebelum produk kuliner khas Tarakan ini didistribusikan ke jaringan swalayan nasional. Kolaborasi antara sektor koperasi dan sektor privat lokal diyakini mampu mempercepat pemulihan ekonomi berbasis kerakyatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....