Teknologi Surimi Dorong Kuliner Lokal Mendunia

  • 16 Jul 2026 04:48 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Inovasi pangan berbasis teknologi mulai dilirik oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing produk di pasar global. Salah satu langkah maju diperlihatkan oleh UMKM Rumah Ratu Industri yang berlokasi di Tarakan, Kalimantan Utara. Usaha yang dirintis sejak tahun 2019 ini sukses merambah pasar kuliner dengan memanfaatkan metode pengolahan ikan yang tidak biasa demi menjaga mutu produk.

Alih-alih mengolah daging ikan secara konvensional seperti yang umum dilakukan di masyarakat, pelaku usaha ini menerapkan teknologi surimi untuk menghasilkan produk setengah jadi. Langkah awal ini dinilai krusial karena mampu menghasilkan bahan baku yang memiliki daya simpan jauh lebih lama serta kualitas penampakan yang lebih menarik. Hasil olahan akhir yang beragam mulai dari bakso ikan hingga dimsum terbukti digemari konsumen.

Proses produksi yang mengedepankan riset ilmiah ini didapat melalui kolaborasi intensif antara pelaku usaha lokal dan akademisi. Pemilihan teknologi surimi dirancang agar bahan pangan tidak mudah rusak dan tetap segar meskipun disimpan dalam jangka waktu panjang. Teknik ini dinilai menjadi jawaban atas permasalahan logistik dan distribusi pangan yang sering dihadapi oleh pengusaha di daerah.

Keunggulan metode ini dibenarkan langsung oleh Nur Hikmah selaku pendiri Rumah Ratu Industri. Saat dialog diacara "Inspirasi Kita", ia menjelaskan perbedaan mendasar dari sistem pengolahan yang mereka kembangkan dibanding metode tradisional yang beredar luas di pasaran. "Kami di sini kebetulan berkolaborasi dengan akademisi jadi kami menciptakan ada yang disebut dengan teknologi surimi atau produk setengah jadi," ungkap Nur Hikmah.

Melalui implementasi teknologi tersebut, produk olahan ikan lokal kini memiliki standar tinggi yang tidak kalah bersaing dengan waralaba besar. Upaya memperluas jaringan pasar secara digital dan kemitraan strategis terus digenjot agar produk kuliner Tarakan ini bisa menembus kancah internasional. Sinergi antara ilmu pengetahuan dan kreativitas lokal diharapkan mampu membawa dampak ekonomi yang berkelanjutan secara global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....