Ustadz Imam Hambali: Kematian Sebagai Pengingat Terbaik Bagi yang Hidup
- 07 Okt 2026 07:33 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - RRI Pro 1 Tarakan kembali menyapa pendengar setia melalui program siaran Religi Pagi Islam pada Edisi Sabtu, 03 Oktober 2026. Menghadirkan penceramah Imam Hambali, S.Pd., siaran kali ini mengusung tema "Kematian Pengingat Terbaik Bagi yang Hidup".
Dalam tausiahnya, Ustadz Imam Hambali menyampaikan bahwa kabar duka yang sering terdengar di pengeras suara masjid maupun mushola seharusnya tidak sekadar menjadi angin lalu. Peristiwa kematian orang terdekat, tetangga, maupun kerabat merupakan teguran langsung agar setiap manusia yang masih bernapas menyadari batas akhir dari kehidupan dunia yang fana.
"Rasulullah SAW telah mengingatkan kita untuk memperbanyak mengingat perkara yang memutuskan kelezatan dunia, yaitu kematian. Mengingat kematian akan menjaga diri kita dari sifat sombong, ujub, dan lalai," ujar Ustadz Imam Hambali di hadapan pendengar RRI.
Ia juga menekankan empat kewajiban fardhu kifayah bagi umat Islam terhadap jenazah mulai dari memandikan, mengafani, menyolatkan, hingga menguburkan sebagai momen refleksi bahwa setiap manusia pada akhirnya akan berada di posisi yang sama.
Untuk memperkuat pesan dakwahnya, Ustadz Imam Hambali menceritakan kisah hikmah antara Nabi Syuaib AS dan Malaikat Izrail. Kisah tersebut mengajarkan bahwa perubahan fisik pada manusia seperti tumbuhnya uban, tubuh yang membungkuk, serta penglihatan yang mulai kabur merupakan tanda dan pengingat nyata dari Allah SWT bahwa ajal kian mendekat.
Pada sesi tanya jawab di akhir acara, menanggapi pertanyaan mengenai bekal yang harus disiapkan menuju alam barzakh dan akhirat, Ustadz Imam Hambali memberikan perumpamaan tentang persiapan mudik atau pulang kampung.
"Jika untuk perjalanan pulang kampung yang jaraknya dekat kita sanggup bersiap jauh-jauh hari menabung, mengatur jadwal cuti, dan membeli oleh-oleh seharusnya persiapan menuju akhirat sebagai kampung halaman yang abadi jauh lebih maksimal. Bekal terbaik itu adalah ketakwaan (taqwa)," tegasnya.
Ia mengimbau umat Islam untuk memaksimalkan amalan wajib seperti shalat dan puasa, serta memperbanyak amalan sunnah seperti sedekah yang konsisten, membaca Al-Qur'an, berzikir, dan senantiasa berbuat baik kepada sesama manusia sebagai tabungan menghadapi perjalanan panjang di alam akhirat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....