Ajaran Kalama Sutta Benteng Hadapi Banjir Hoaks
- 15 Sep 2026 11:23 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan – Derasnya arus informasi digital di tengah kontestasi politik menjadi perhatian serius Penyuluh Agama Buddha Kementerian Agama Kota Tarakan, Aditya Dhammajaya, S.Ag. Ia mengingatkan pentingnya melatih kejernihan berpikir agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam informasi menyesatkan.
Aditya menyoroti fenomena maraknya ujaran kebencian, fitnah, dan provokasi media sosial yang kerap muncul menjelang pemilihan umum. Menurutnya, emosi politik yang berlebihan sering kali membuat seseorang lupa untuk memeriksa kebenaran sebuah kabar sebelum dibagikan kepada publik.
Guna mengantisipasi dampak buruk tersebut, ia mengajak masyarakat merenungkan kembali ajaran klasik Kalama Sutta yang disampaikan oleh Sang Buddha. Ajaran tersebut mengajarkan setiap individu untuk tidak langsung mempercayai suatu klaim hanya karena sering didengar atau sedang ramai diperbincangkan.
Pesan moral tersebut sangat relevan untuk diterapkan pada era digital saat ini guna membendung laju disinformasi yang merusak tatanan sosial. Setiap warga negara dituntut untuk selalu menguji kebenaran informasi menggunakan nalar sehat serta fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menambahkan bahwa perbedaan pilihan politik merupakan hal yang sangat wajar dalam sebuah negara berdemokrasi. Namun, perbedaan pandangan tersebut tidak boleh mengikis rasa persaudaraan serta ikatan silaturahmi yang telah terbangun lama di tengah kehidupan bermasyarakat.
Para pengurus tempat ibadah dan tokoh agama juga diimbau untuk terus menjaga kesucian ruang keagamaan dari kepentingan politik praktis kelompok tertentu. Rumah ibadah harus tetap menjadi peneduh dan tempat yang menyejukkan bagi seluruh umat tanpa membeda-bedakan latar belakang.
Dengan mengedepankan ucapan benar serta pikiran benar, masyarakat optimistis mampu melewati dinamika politik secara damai dan bermartabat. Kesadaran kolektif dalam merawat kejujuran akan membawa bangsa Indonesia menuju masa depan yang adil, sejahtera, dan harmonis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....