Umat Katolik Diajak Hindari Sikap Mudah Menghakimi

  • 18 Jul 2026 18:54 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Siaran Mimbar Agama Katolik di RRI Pro 1 Tarakan malam ini menjadi momentum refleksi personal yang mendalam bagi segenap warga yang mendengarkan. Penyuluh Agama Katolik, Mariam Usat, S.Ag., mengajak masyarakat untuk melakukan introspeksi diri secara jujur mengenai perilaku sosial sehari-hari. Fokus utama dari ulasan rohani ini adalah bagaimana mengubah pemahaman iman menjadi tindakan nyata yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar.

Dalam kehidupan bermasyarakat, manusia sering kali terjebak dalam sikap egois yang merasa diri paling benar di hadapan orang lain. Fenomena inilah yang dikritisi lewat renungan berdasarkan Injil Matius mengenai makna hari Sabat yang memerdekakan manusia. Mariam mengingatkan bahwa kesalehan seseorang tidak hanya diukur dari kehadiran di rumah ibadah, melainkan dari kedalaman rasa empati kepada sesama.

Melalui Pro 1 Tarakan, pesan moral ini disebarkan secara luas agar mampu menyentuh aspek kemanusiaan yang paling mendasar di Kota Tarakan. Sikap kaku yang mengutamakan aturan formal tanpa memedulikan kesulitan orang lain dinilai dapat merusak keharmonisan sosial yang ada. Oleh karena itu, belas kasih harus dijadikan sebagai fondasi utama dalam setiap tutur kata dan perbuatan.

"Apakah selama ini saya lebih sibuk menilai kesalahan orang lain?" tanya Mariam retoris untuk memicu kesadaran batin para pendengar setianya. Pertanyaan mendasar tersebut sengaja dilemparkan agar umat Kristen mampu memeriksa kembali motivasi terdalam dari setiap tindakan pelayanan mereka. Belas kasih yang tulus dituntut untuk hadir tanpa memandang latar belakang perbedaan yang ada.

Pada akhir penjelasannya, ia menegaskan bahwa wujud nyata dari belas kasih dapat dimulai dari hal-hal kecil di dalam lingkaran keluarga. Memberikan kata-kata yang menguatkan, kesediaan untuk mengampuni, serta kerelaan membantu tanpa menghakimi adalah contoh konkret yang bisa segera diterapkan. Siaran interaktif ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk membangun lingkungan yang lebih damai dan penuh toleransi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....