Ritual Agama Buddha Ajarkan Bakar Ego Manusia
- 30 Jun 2026 14:11 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Pesan kedamaian dan keharmonisan sosial menggema dalam siaran Mimbar Agama Buddha yang disiarkan di Pro 1 Tarakan. Upacara Puja Api Homa ternyata membawa pesan kuat tentang pentingnya meruntuhkan keakuan demi kebersamaan.
Rudy Pratama, S.Ag., selaku penyuluh agama Buddha menyatakan bahwa buah dari ritual spiritual harus bisa dirasakan oleh lingkungan sekitar. Implementasi nyata dari upacara pembakaran persembahan adalah kesediaan manusia untuk membakar ego pribadinya.
Dalam skala terkecil seperti keluarga, kemampuan menahan diri dan mengalah menjadi kunci kebahagiaan bersama. Ketika ego berhasil dibakar, maka ruang untuk saling pengertian dan komunikasi yang sehat akan terbuka lebar. "Di dalam keluarga, kita belajar membakar ego agar tumbuh saling pengertian tanpa ada pihak yang merasa tersakiti," kata Rudy Pratama.
Sementara itu di lingkungan kerja, konsep ini mengajarkan individu untuk membuang rasa iri hati atas keberhasilan rekan sejawat. Semangat persaingan tidak sehat diubah menjadi motivasi positif untuk saling mendukung dan belajar bersama.
Lebih luas lagi, nilai ketulusan dari ritual ini melahirkan cinta kasih universal (mettā) yang tidak memandang perbedaan suku maupun agama. Sikap menghargai dan rasa syukur atas kontribusi orang lain menjadi fondasi kokoh bagi kerukunan masyarakat. "Apabila yang kita pelihara adalah api kemarahan, maka yang terbakar bukan hanya diri sendiri tetapi juga hubungan dengan sesama," ucapnya mengingatkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....