Rudy Pratama Kupas Makna Puja Api Homa
- 30 Jun 2026 16:08 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Penyuluh Agama Buddha, Rudy Pratama, S.Ag., mengupas esensi spiritual di balik upacara ritual Tantrayana dalam siaran Mimbar Agama Buddha di RRI Pro 1 Tarakan. Siaran ini menekankan bahwa ritual keagamaan bukan sekadar rutinitas fisik, melainkan sebuah metode transformatif untuk melatih batin umat.
Dalam pemaparannya, Rudy menjelaskan bahwa Puja Api Homa merupakan bentuk penghormatan tertinggi kepada para Buddha, Bodhisattva, dan Dharmapala. Melalui sarana api, umat diajak untuk mempersembahkan wujud bakti dan keyakinan yang mantap kepada Tiratana.
Namun, esensi utama dari upacara ini terletak pada penggunaan simbol api itu sendiri. Api bukanlah objek pemujaan, melainkan sebuah lambang kebijaksanaan tertinggi atau paññā dalam ajaran Buddha. "Api dalam upacara ini bukanlah objek pemujaan, melainkan lambang kebijaksanaan yang mampu membakar akar-akar penderitaan dalam batin manusia," ujar Rudy Pratama.
Akar penderitaan yang dimaksud mencakup tiga racun batin (akusala-mūla), yaitu keserakahan (lobha), kebencian (dosa), dan kebodohan batin (moha). Melalui visualisasi pembakaran, umat diarahkan untuk mengikis ketiga sifat buruk tersebut dari dalam diri mereka.
Rudy juga mengingatkan agar umat tidak terjebak pada kemegahan fisik suatu upacara ritual belaka. Keberhasilan spiritual sesungguhnya dinilai dari bagaimana batin seseorang mengalami perubahan positif setelah prosesi keagamaan tersebut selesai dilaksanakan. "Keberhasilan suatu ritual tidak diukur dari kemegahan acaranya, melainkan dari perubahan batin yang terjadi setelah ritual itu selesai," ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....