Umat Buddha Tarakan Diajak Jaga Kelestarian Alam
- 10 Jun 2026 10:35 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Penyuluh Agama Buddha Kementerian Agama Kota Tarakan, Aditya Dhammajaya, S.Ag, menyampaikan pesan kedamaian melalui siaran Pro 1 Tarakan. Dalam siaran Mimbar Agama Buddha tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan sekitar. Menurutnya, alam semesta dan seluruh makhluk hidup di dalamnya memiliki keterikatan yang tidak dapat dipisahkan.
Dalam ajaran Buddha, kehidupan dipandang sebagai satu kesatuan yang saling mendukung melalui prinsip sebab-akibat yang bergantungan. Kerusakan yang terjadi pada alam sekitar, seperti penggundulan hutan atau pencemaran air, pada akhirnya akan membawa penderitaan kembali kepada manusia. Oleh karena itu, kelestarian lingkungan menjadi tanggung jawab moral setiap umat.
Lebih lanjut, Aditya menjelaskan bahwa akar dari segala kerusakan lingkungan sesungguhnya berasal dari dalam batin manusia sendiri. Terdapat tiga akar kejahatan yang sering merusak bumi, yaitu keserakahan (lobha), ketidakpedulian (dosa), dan kebodohan batin (moha). Ketika manusia mengutamakan keserakahan, mereka mengeksploitasi alam tanpa batas demi keuntungan sesaat.
Melalui momentum ini, umat diajak untuk mempraktikkan Metta Bhavana atau pengembangan cinta kasih kepada semua makhluk tanpa terkecuali. Cinta kasih tersebut tidak boleh terbatas pada sesama manusia saja, melainkan juga harus diwujudkan kepada flora dan fauna. Menjaga pohon dan hewan adalah bentuk nyata dari praktik Dhamma.
Sebagai penutup siaran, Aditya mengutip salah satu bait suci Dhammapada yang sangat relevan dengan isu lingkungan saat ini. "Sebagaimana seekor lebah mengumpulkan madu tanpa merusak warna dan aroma bunga, demikian pula hendaknya manusia memanfaatkan alam tanpa merusaknya," ujarnya. Dengan penuh harapan agar umat Buddha senantiasa hidup selaras dengan alam demi masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....